Liturgia Verbi 2017-10-29 Minggu.

Liturgia Verbi (A-I)
Hari Minggu Biasa XXX

Minggu, 29 Oktober 2017



Bacaan Pertama
Kel 22:21-27

"Jika kamu menindas seorang janda atau anak yatim,
maka Murka-Ku akan bangkit,
dan Aku akan membunuh kamu."

Pembacaan dari Kitab Keluaran:

Beginilah firman Tuhan,
"Janganlah orang asing kautindas atau kautekan,
sebab kamu pun pernah menjadi orang asing di tanah Mesir.
Seorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas.
Jika engkau sampai menindas mereka ini,
pasti Aku akan mendengarkan seruan mereka,
jika mereka berseru-seru kepada-Ku dengan nyaring.
Maka murka-Ku akan bangkit,
dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang,
sehingga isterimu menjadi janda
dan anak-anakmu menjadi yatim.

Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku,
yakni orang yang miskin di antaramu,
janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia:
dan janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya.

Jika engkau sampai mengambil jubah temanmu sebagai gadai,
maka haruslah engkau mengembalikannya sebelum matahari terbenam,
sebab hanya itu sajalah penutup tubuhnya,
hanya itulah pemalut kulitnya;
Jika tidak, pakai apakah ia pergi tidur?
Maka, apabila ia berseru-seru kepada-Ku,
Aku akan mendengarkannya,
sebab Aku ini pengasih."

Demikianlah sabda Tuhan.



Mazmur Tanggapan
Mzm 18:2-3a.3bc-4.47.51ab,R:2

Refren: Aku mengasihi Engkau, ya Allah, kekuatanku.

*Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku!
Ya Tuhan, bukit batu, kubu pertahanan dan penyelamatku.

*Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung,
perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!
Terpujilah Tuhan, seruku;
maka aku pun selamat dari pada musuhku.

*Tuhan itu hidup! Terpujilah gunung batuku,
dan mulialah Allah Penyelamatku.
Tuhan mengaruniakan keselamatan yang besar
kepada raja yang diangkat-Nya;
Ia menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya.



Bacaan Kedua
1Tes 1:5c-10

"Kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah
untuk mengabdi kepada Allah dan menantikan kedatangan Anak-Nya."

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika:

Saudara-saudara,
kamu tahu bagaimana kami bekerja di antara kamu
demi kepentinganmu.
Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan;
dalam penindasan yang berat
kamu telah menerima firman Tuhan
dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus,
sehingga kamu telah menjadi teladan
untuk semua orang yang percaya
di wilayah Makedonia dan Akhaya.
Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema
bukan hanya di Makedonia dan Akhaya.
Di mana-mana telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah,
sehingga kami tidak usah berbicara lagi tentang hal itu.
Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami,
bagaimana kami kamu sambut
dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah
untuk mengabdi kepada Allah yang hidup dan benar,
yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati,
yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.

Demikianlah sabda Tuhan.



Bait Pengantar Injil
Yoh 14:23

Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku.
Bapa-Ku akan mengasihi dia. 
Kami akan datang kepadanya dan diam bersama dengan dia.



Bacaan Injil
Mat 22:34-40

"Kasihilah Tuhan Allahmu,
dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Ketika orang-orang Farisi mendengar
bahwa Yesus telah membungkam orang-orang Saduki,
berkumpullah mereka.
Seorang dari antara mereka, seorang ahli Taurat,
bertanya untuk mencobai Dia,
"Guru, hukum manakah yang terbesar dalam hukum Taurat?"
Jawab Yesus kepadanya,
"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu,
dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang utama dan yang pertama.
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah:
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Pada kedua hukum inilah
tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Demikianlah sabda Tuhan.



Renungan Injil
Menurut Yesus, intisari dari seluruh hukum Taurat dapat dirangkum menjadi dua hal pokok, yakni: 1) Mengasihi Tuhan, dan 2) Mengasihi sesama.
Keduanya dapat dilambangkan sebagai salib Yesus yang terdiri dari 2 balok kayu, yang vertikal menuju kepada Tuhan dan yang horisontal menuju kepada sesama.
Keduanya mesti ada dan tak dapat dipisahkan.
Kalau hanya yang vertikal atau yang horisontal saja, maka bukan lagi salib namanya.

Salib menimbulkan kesan akan kesengsaraan karena salib dibuat untuk menggantung orang.
Mengasihi Tuhan dan sesama nampaknya juga memikul beban, setidaknya berupa pengorbanan, entah itu berupa harta duniawi maupun pengorbanaan dalam bentuk-bentuk lainnya.
Mengasihi itu artinya memberi kasih, bukan meminta apalagi menuntut.
Kita diminta untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan dengan segenap akal budi, boleh dibilang dengan segenap harta milik kita, apa pun itu, semuanya diutamakan untuk disertakan dalam kasih kita kepada Tuhan.

Tetapi mengasihi sesama munusia tidaklah seberat mengasihi Tuhan.
Kita diminta mengasihi sesama manusia seperti kita mengasihi diri sendiri.
Balok horisontal pada salib memang lebih kecil dan lebih pendek dibandingkan balok yang vertikal.
Mengasihi orang lain, yang secara fisik jasmani kelihatan, tentulah lebih mudah dibandingkan mengasihi Tuhan yang tak kelihatan secara nyata.
Terlebih lagi Tuhan telah mengaruniakan kepada manusia ketertarikan dan hasrat satu sama lainnya, yang memudahkan kita untuk saling-mengasihi.

Lalu mengapa kita mengasihi Tuhan?
Apakah agar kita boleh menerima kemurahan-Nya, menerima rejeki dari-Nya?
Ya, segala harta duniawi hanyalah penggenapan dari-Nya saja, tetapi karena Dialah kita ini ada tentulah sesuatu banget bagi kita.
Apa yang telah terjadi, yang sedang terjadi, dan terutama yang akan terjadi kelak di alam baka, sangat ditentukan oleh seberapa besar kita mengasihi-Nya.

Lalu bagaimana caranya mengasihi Tuhan?
Mudah, cukup dengan mendengarkan sabda-Nya, kemudian menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.
Tetapi menjadi sulit kalau kita kurang percaya kepada-Nya.
Maka dari itu, kalau mau mudah, iya kita mesti percaya.



Peringatan Orang Kudus
Tidak ada peringatan Orang Kudus.



http://liturgia-verbi.blogspot.co.id/
https://www.facebook.com/groups/liturgiaverbi

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar