Liturgia Verbi (A-II)
HR Semua Orang Kudus
Minggu, 1 November 2026
Ujud Gereja Universal: Penggunaan kekayaan secara bijaksana.
Semoga semua orang menggunakan kekayaannya secara bijaksana, tidak menggunakan kekayaan untuk kepentingan diri semata, tetapi juga untuk kepentingan umum dan solidaritas bagi mereka yang kurang mampu.
Ujud Gereja Indonesia: Korban kekerasan dalam rumah tangga.
Semoga mereka yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dianugerahi keberanian untuk mencari bantuan demi keselamatan hidupnya.
1) Dalam rangka "PENGENANGAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN" (tanggal 2 November besok), setiap orang Kristen dapat memperoleh indulgensi penuh bagi orang yang sudah meninggal.
2) Caranya: mengunjungi makam dan/atau mendoakan arwah orang yang meningga,
*yang menjalankan setiap hari dari tanggal 1 s/d 8 November memperoleh indulgensi penuh;
*yang menjalankan pd hari-hari lain, memperoleh indulgensi sebagian.
Bacaan Pertama
Why 7:2-4.9-14
"Aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak
yang tidak terhitung jumlahnya;
mereka terdiri dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa."
Pembacaan dari Kitab Wahyu:
Aku, Yohanes, melihat seorang malaikat
muncul dari tempat matahari terbit.
Ia membawa meterai Allah yang hidup.
Dengan suara nyaring ia berseru kepada keempat malaikat
yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,
katanya,
"Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon
sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami
pada dahi mereka!"
Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu:
seratus empat puluh empat ribu
yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
Kemudian dari pada itu
aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak
yang tidak terhitung jumlahnya,
dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa.
Mereka berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba,
memakai jubah putih,
dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.
Dengan suara nyaring mereka berseru,
"Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta,
dan bagi Anak Domba!"
Dan semua malaikat berdiri
mengelilingi takhta, tua-tua dan keempat makhluk
yang ada di sekeliling takhta itu.
Mereka tersungkur di hadapan takhta itu
dan menyembah Allah sambil berkata,
"Amin! Puji-pujian dan kemuliaan,
hikmat dan syukur,
hormat, kekuasaan dan kekuatan
bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!"
Seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku,
"Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu,
dan dari manakah mereka datang?"
Maka kataku kepadanya,
"Tuanku, Tuan mengetahuinya!"
Lalu ia berkata kepadaku,
"Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan besar!
Mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih
di dalam darah Anak Domba."
Demikianlah sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan
Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6,R:6
Refren: Inilah angkatan orang-orang yang mencari wajah-Mu, ya Tuhan.
*Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya,
jagat dan semua yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkannya bumi di atas lautan,
dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
*Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan?
Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Orang-orang yang bersih tangannya dan murni hatinya,
yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan.
*Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan
dan keadilan dari Allah, penyelamatnya.
Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan,
yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.
Bacaan Kedua
1Yoh 3:1-3
"Kita akan melihat Kristus dalam keadaan-Nya yang sebenarnya."
Pembacaan dari Surat pertama Rasul Yohanes:
Saudara-saudara terkasih,
Lihatlah, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita,
sehingga kita disebut anak-anak Allah,
dan memang kita sungguh anak-anak Allah.
Karena itu dunia tidak mengenal kita,
sebab dunia tidak mengenal Dia.
Saudara-saudaraku yang kekasih,
sekarang kita ini sudah anak-anak Allah,
tetapi bagaimana keadaan kita kelak belumlah nyata.
Akan tetapi kita tahu bahwa,
apabila Kristus menyatakan diri-Nya,
kita akan menjadi sama seperti Dia,
sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya,
ia menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Demikianlah sabda Tuhan.
Bait Pengantar Injil
Mat 11:28
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Bacaan Injil
Mat 5:1-12a
"Bersukacita dan bergembiralah,
karena besarlah ganjaranmu di surga."
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa
ketika melihat banyak orang yang datang,
Yesus mendaki lereng sebuah bukit.
Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya.
Lalu Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya,
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
Berbahagialah orang yang berdukacita,
karena mereka akan dihibur.
Berbahagialah orang yang lemah lembut,
karena mereka akan memiliki bumi.
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,
karena mereka akan dipuaskan.
Berbahagialah orang yang murah hati,
karena mereka akan beroleh kemurahan.
Berbahagialah orang yang suci hatinya,
karena mereka akan melihat Allah.
Berbahagialah orang yang membawa damai,
karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
Berbahagialah kamu,
jika demi Aku kamu dicela dan dianiaya,
dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat;
bersukacita dan bergembiralah,
karena besarlah ganjaranmu di surga."
Demikianlah sabda Tuhan.
Renungan Injil
Renungan hari ini diambil dari renungan *The Power of Word* yang dibawakan oleh Ibu Erna Kusuma.
*DOA PEMBUKA*
Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus,
Mari kita awali permenungan kita dengan berdoa.
Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin.
Allah Bapa yang penuh kasih, terima kasih karena Engkau selalu menyertai hidup kami.
Bukalah hati kami agar mampu mendengarkan sabda-Mu dan memahami bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan kasih selalu berharga di hadapan-Mu.
Bimbinglah kami agar semakin hari semakin mampu hidup dalam kasih dan kekudusan.
Amin.
*RENUNGAN*
Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus,
Pernahkah kita merasa lelah karena terus memberi, terus berusaha berbuat baik, tetapi sepertinya tidak ada yang memperhatikan?
Seorang ibu yang setiap hari mengurus keluarganya. Seorang anak yang dengan sabar merawat orang tuanya yang sudah lanjut usia. Atau seseorang yang diam-diam membantu sesamanya tanpa mengharapkan balasan.
Sering kali, semua itu berlangsung begitu saja. Tidak ada pujian, bahkan kadang tidak ada ucapan terima kasih.
Mungkin dalam hati kita pernah bertanya, "Apakah semua yang saya lakukan ini ada artinya?"
Hari ini, Gereja merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus.
Kita mengenang para santo dan santa yang telah menjadi teladan iman. Namun, kita juga diingatkan bahwa ada begitu banyak orang kudus yang tidak pernah kita kenal namanya.
Mereka mungkin menjalani kehidupan yang sederhana. Mereka mengasihi dengan tulus, tetap setia di tengah kesulitan, dan berusaha melakukan kehendak Tuhan sepanjang hidupnya.
Dalam Injil hari ini, Yesus bersabda:
*"Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan."* (Mat 5:7)
Yesus juga menyebut berbahagia mereka yang suci hatinya dan yang membawa damai.
Ternyata, perjalanan menuju kekudusan bisa kita mulai dari hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupan kita.
Ketika kita memilih bersabar menghadapi orang yang sulit, ketika kita mau mengampuni seseorang yang menyakiti hati kita, atau ketika kita tetap berbuat baik meskipun tidak mendapat penghargaan.
Semua itu adalah kesempatan untuk bertumbuh dalam kekudusan.
Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara yang terkasih,
Terkadang kita berpikir bahwa untuk menjadi kudus, kita harus melakukan sesuatu yang luar biasa.
Padahal, Tuhan juga mengundang kita untuk menjadi kudus melalui kesetiaan dalam hal-hal kecil.
Memang tidak selalu mudah. Ada saatnya kita lelah, kecewa, bahkan merasa pengorbanan kita sia-sia.
Namun, janganlah kehilangan semangat untuk mengasihi.
*Tidak semua kebaikan terlihat oleh manusia, tetapi tidak ada kasih yang luput dari pandangan Tuhan.*
Tuhan mengetahui ketulusan hati kita. Dia melihat perjuangan kita, bahkan ketika orang lain tidak mengetahuinya.
Dan melalui rahmat-Nya, Tuhan terus membentuk kita menjadi pribadi yang semakin menyerupai Kristus.
Maka, pada Hari Raya Semua Orang Kudus ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri:
Sudahkah kehadiran kita membawa kasih dan damai bagi orang-orang di sekitar kita?
Kita tidak perlu menunggu kesempatan besar untuk melakukannya.
Mulailah dari rumah kita sendiri. Dari keluarga, dari pekerjaan, dan dari orang-orang yang kita jumpai setiap hari.
Karena kekudusan dapat bertumbuh melalui kasih yang kita hidupi dengan setia, hari demi hari.
*Kasih yang tulus mungkin tidak selalu mendapat perhatian manusia. Namun, di hadapan Tuhan, kasih itu tidak pernah sia-sia.*
*DOA PENUTUP*
Mari kita berdoa.
Allah Bapa yang Mahakasih,
Terima kasih karena Engkau memanggil kami semua untuk hidup dalam kekudusan.
Ampunilah kami apabila selama ini kami lebih mengharapkan penghargaan manusia daripada melakukan segala sesuatu dengan tulus.
Ajarilah kami untuk tetap sabar, murah hati, dan setia mengasihi, terutama ketika tidak ada seorang pun yang memperhatikan.
Semoga melalui hal-hal sederhana yang kami lakukan setiap hari, kasih-Mu semakin nyata bagi orang-orang di sekitar kami.
Bimbinglah langkah kami agar kelak kami pun boleh menikmati kebahagiaan abadi bersama para kudus di surga.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin.
Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin.
Peringatan Orang Kudus
Hari Raya Semua Orang Kudus
Hari raya ini mula-mula dirayakan di lingkungan Gereja Timur untuk menghormati semua saksi iman yang mati bagi Kristus dalam usahanya merambatkan iman Kristen. Di lingkungan Gereja Barat, khususnya di Roma, pesta ini bermula pada tahun 609 ketika Paus Bonifasius IV merombak Pantheon, yaitu tempat ibadat kafir untuk dewa-dewi Romawi, menjadi sebuah gereja. Gereja ini dipersembahkan kepada Santa Maria bersama para Rasul.
Dahulu di Roma hari raya ini biasanya dirayakan pada hari minggu sesudah Pentekosta. Lama kelamaan pesta ini menjadi populer untuk menghormati para Kudus, baik mereka yang sudah diakui resmi oleh Gereja maupun mereka yang belum dan yang tidak diketahui.
Pesta hari ini dirayakan untuk menghormati segenap anggota Gereja, yang oleh jemaat-jemaat perdana disebut "Persekutuan para Kudus", yakni persekutuan semua orang yang telah mempercayakan dirinya kepada Yesus Kristus dan disucikan oleh Darah Anak Domba Allah. Secara khusus pada hari raya ini kita memperingati rombongan besar orang yang berdiri di hadapan takhta Allah, karena mereka telah memelihara imannya dengan baik sampai pada akhir pertandingan di dunia ini, sehingga memperoleh ganjaran yang besar di surga.
Di antara mereka yang berbahagia itu teristimewa tampil para Santo-santa, Beato-beata sebagai perintis jalan dan penuntun bagi kita. Para kudus yang berbahagia di surga itu bersama Santa Perawan Maria, Bunda Gereja, mendoakan kita agar tekun dalam perjuangan dan tabah dalam penderitaan. Bersama mereka kita nantikan kebangkitan badan. Dan bila Kristus menyatakan diri dalam kemuliaan, kita akan menjadi serupa dengan Dia. Pada saat itulah terjalin kesatuan kita yang sempurna dengan Kristus dan dengan semua saudara kita. Para kudus itu berbahagia karena mereka telah mengikuti Kristus.
Kebahagiaan dan kemuliaan mereka tak bisa kita lukiskan dengan kata-kata manusiawi.
Sehubungan dengan itu Santo Paulus berkata: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia; semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (1Kor 2:9)
Ganjaran yang diterimanya dari Kristus adalah turut serta di dalam Perjamuan Perkawinan Anak Domba Allah. Air mata mereka telah dihapus sendiri oleh Yesus. Tentang itu Yohanes menulis: "Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan perkawinan Anak Domba." (Why 19:9) "Dan Dia akan menghapus segala air mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau berdukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."
Oleh sebab itu "Kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita meninggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan kepada kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah." (Hibr 12:1-2).