Liturgia Verbi (A-II)
Hari Rabu Dalam Pekan Suci
Rabu, 1 April 2026
Ujud Gereja Universal: Para imam dalam krisis.
Semoga para imam yang mengalami momen krisis dalam panggilan dapat menemukan pendampingan yang mereka perlukan, dan semoga umat mendukung mereka dengan menerima dan mendoakan.
Ujud Gereja Indonesia: Tanggung jawab ekologis.
Semoga sekolah-sekolah mengajarkan tanggung jawab ekologis pada para murid, dengan mengenalkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Bacaan Pertama
Yes 50:4-9a
"Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku diludahi."
Pembacaan dari Kitab Yesaya:
Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid,
supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru
kepada orang yang letih lesu.
Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku
untuk mendengar seperti seorang murid.
Tuhan Allah telah membuka telingaku,
dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.
Aku memberi punggungku
kepada orang-orang yang memukul aku,
dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku.
Aku tidak menyembunyikan mukaku
ketika aku dinodai dan diludahi.
Tetapi Tuhan Allah menolong aku;
sebab itu aku tidak mendapat noda.
Maka aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu,
karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu.
Dia yang menyatakan aku benar telah dekat.
Siapakah yang berani berbantah dengan aku?
Marilah kita tampil bersama-sama!
Siapakah lawanku beperkara?
Biarlah ia mendekat kepadaku!
Sungguh, Tuhan Allah menolong aku;
siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?
Demikianlah sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan
Mzm 69:8-10.21bcd-22.31.33-34,R:14bc
Refren: Demi kasih setia-Mu yang besar, ya Tuhan,
jawablah aku pada waktu Engkau berkenan.
*Karena Engkaulah, ya Tuhan, aku menanggung cela,
karena Engkaulah noda meliputi mukaku.
Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku,
menjadi orang asing bagi anak-anak ibuku;
sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku,
dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.
*Cela itu telah mematahkan hatiku,
dan aku putus asa;
aku menantikan belas kasihan, tetapi sia-sia,
dan waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam.
*Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian,
mengagungkan Dia dengan lagu syukur;
Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah;
biarlah hatimu hidup kembali, hai kamu yang mencari Allah!
Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin,
dan tidak memandang hina
orang-orang-Nya yang ada dalam tahanan.
Bait Pengantar Injil
Salam, ya Raja kami,
hanya Engkaulah yang mengasihani kesesatan-kesesatan kami.
Bacaan Injil
Mat 26:14-25
"Anak Manusia memang akan pergi
sesuai dengan apa yang tertulis tentang Dia,
tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan!"
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa
pergilah seorang dari kedua belas murid itu,
yang bernama Yudas Iskariot,
kepada imam-imam kepala.
Ia berkata, "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku,
supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?"
Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.
Dan mulai saat itu Yudas mencari kesempatan yang baik
untuk menyerahkan Yesus.
Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi
datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata,
"Di mana Engkau kehendaki
kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"
Jawab Yesus, "Pergilah ke kota, kepada si Anu,
dan katakan kepadanya: Beginilah pesan Guru:
Waktu-Ku hampir tiba;
di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah
bersama-sama dengan murid-murid-Ku."
Lalu murid-murid melakukan
seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka,
dan mempersiapkan Paskah.
Setelah hari malam,
Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata,
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
Dan dengan hati yang sangat sedih
berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya,
"Bukan aku, ya Tuhan?"
Yesus menjawab,
"Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini,
dialah yang akan menyerahkan Aku.
Anak Manusia memang akan pergi
sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia,
tetapi celakalah orang
yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan!
Adalah lebih baik bagi orang itu
sekiranya ia tidak dilahirkan."
Yudas, yang hendak menyerahkan Yesus itu menyahut,
"Bukan aku, ya Rabi?"
Kata Yesus kepadanya, "Engkau telah mengatakannya."
Demikianlah sabda Tuhan.
Renungan Injil
Renungan hari ini dibawakan oleh Ibu Erna Kusuma untuk *The Power of Word* berikut ini:
Bapak-Ibu dan Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus,
Dalam hidup ini,
kita tidak selalu berhadapan dengan orang-orang yang mudah untuk dikasihi.
Ada kalanya justru orang yang paling dekat dengan kita,
yang kita kasihi dan kita perjuangkan,
malah menjadi sumber luka dan kekecewaan.
Sebagai seorang ibu, pengalaman seperti ini sering kali hadir dalam keseharian.
Ketika kasih sudah diberikan dengan tulus,
tetapi yang kembali justru sikap yang tidak sesuai harapan.
Dan sering kali, semua itu kita simpan… dalam diam.
Dalam Injil hari ini, kita melihat Yesus yang tahu siapa yang akan mengkhianati-Nya.
Ia tahu luka itu akan datang dari orang yang begitu dekat dengan-Nya.
Namun Yesus tidak menjauh.
Ia tidak menolak.
Ia tetap duduk makan bersama murid-murid-Nya.
Ia tetap mengasihi.
Inilah kesetiaan yang sejati.
Kesetiaan yang bukan sekadar bertahan,
tetapi kesetiaan yang memilih untuk tetap mengasihi.
Dalam Bacaan Pertama, kita mendengar nubuat dari Yesaya:
"Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku…
aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi" [Yes 50:6].
Kesetiaan seperti ini bukanlah tanda kelemahan.
Justru inilah kekuatan yang sesungguhnya.
Kekuatan untuk tetap berdiri dalam kasih,
meskipun hati terluka.
Bapak-Ibu dan Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus,
Sering kali kita berpikir bahwa mengasihi itu mudah ketika semuanya berjalan baik.
Namun kasih yang sejati justru diuji ketika kita disakiti,
ketika kita tidak dimengerti,
ketika kita merasa sendiri.
Dan di situlah kita diundang untuk belajar dari Yesus:
bahwa kasih bukan hanya perasaan,
melainkan keputusan.
Keputusan untuk tetap mengasihi,
meskipun tidak mudah.
Kesetiaan untuk tetap mengasihi inilah
yang membuat hati kita semakin serupa dengan hati Kristus.
Mungkin hari ini ada di antara kita yang sedang lelah,
yang sedang menyimpan luka,
yang merasa kasihnya tidak dihargai.
Tuhan melihat semuanya itu.
Tidak ada satu pun kesetiaan yang tersembunyi
yang luput dari perhatian-Nya.
Setiap pengorbanan,
setiap air mata,
setiap kasih yang tetap kita berikan dalam diam…
semuanya berharga di hadapan Tuhan.
Maka hari ini, kita diajak untuk tidak berhenti.
Tetaplah mengasihi.
Tetaplah setia.
Karena di dalam kesetiaan itulah,
Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita,
membentuk kita menjadi pribadi yang semakin penuh kasih.
Amin.
Peringatan Orang Kudus
Santo Hugo, Uskup dan Pujangga
Hugo lahir pada tahun 1053. Dalam usia yang masih sangat muda ia diangkat menjadi Uskup Grenoble, Prancis pada tahun 1080. Semula ia tidak bersedia menerima tugas yang mulia itu mengingat usianya masih sangat muda dan masih sering tertarik pada hal-hal duniawi. Tetapi ia akhirnya menerima juga jabatan itu karena pilihan atas dirinya didukung oleh banyak orang.
Dalam pelaksanaan tugas kegembalaannya, ia dengan tegas menentang praktek simonia (pembelian jabatan gerejani dengan uang) dan praktek pernikahan imam-imam serta menghukum para pegawai tinggi yang menyita harta kekayaan Gereja. la juga giat membantu sahabatnya Santo Bruno dalam pembangunan biara Kartus pertama. Hugo meninggal dunia pada tahun 1132.