Liturgia Verbi (A-II)
Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman
Senin, 2 November 2026
Bacaan Pertama
2Mak 12:43-46
"Sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh memikirkan kebangkitan."
Pembacaan dari Kitab kedua Makabe:
Setelah menguburkan tentara yang gugur dalam pertempuran,
Yudas, panglima Israel, menyuruh mengumpulkan uang di tengah-tengah pasukan.
Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem
untuk mempersembahkan kurban penghapus dosa.
Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat,
karena Yudas memikirkan kebangkitan.
Sebab jika tidak menaruh harapan
bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit,
niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati.
Lagipula Yudas ingat bahwa
tersedialah pahala yang amat indah
bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh.
Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh.
Dari sebab itu disuruhnyalah
mengadakan kurban penebus salah
untuk semua orang yang sudah mati itu,
supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka.
Demikianlah sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan
Mzm 143:1-2.5-6.7ab.8ab.10,R:1a
Refren: Ya Tuhan, dengarkanlah doaku.
*Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,
berilah telinga kepada permohonanku!
Jawablahaku demi kesetiaan-Mu.
Jawablah aku demi keadilan-Mu.
Janganlah berperkara dengan hamba-Mu ini,
sebab di antara yang hidup
tidak seorang pun benar di hadapan-Mu.
*Aku teringat akan hari-hari dahulu kala,
aku merenungkan segala pekerjaan-Mu.
aku memikirkan perbuatan tangan-Mu.
Aku menadahkan tanganku kepada-Mu,
jiwaku haus kepada-Mu seperti tanah yang tandus.
*Jawablah aku dengan segera, ya Tuhan,
sedah habislah semangatku!
Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi,
sebab kepada-Mulah aku percaya!
Beritahukanlah kepadaku jalan yang harus kutempuh,
sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku.
*Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu,
sebab Engkaulah Allahku!
Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku
di tanah yang rata!
Bacaan Kedua
1Kor 15:20-24a.25-28
"Semua orang akan dihidupkan kembali
dalam persekutuan dengan Kristus."
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:
Saudara-saudara,
Kristus dibangkitkan dari antara orang mati
sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.
Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia,
demikian juga kebangkitan orang mati
datang karena satu orang manusia.
Karena sama seperti semua orang mati
dalam persekutuan dengan Adam,
demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali
dalam persekutuan dengan Kristus.
Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya;
Kristus sebagi buah sulung;
sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya
pada waktu kedatangan-Nya.
Kemudian tibalah kesudahan,
yaitu bilaman Kristus menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa.
Karena Kristus harus memegang pemerintahan sebagai Raja
sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.
Tetapi kalau dikatakan bahwa
'Segala sesuatu telah ditaklukkan',
sudah barang tentu Allah sendiri,
yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah Kristus,
tidak termasuk di dalamnya.
Dan kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus,
maka Kristus sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri
di bawah Dia yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawh-Nya,
supaya Allah menjadi semua di dalam semua.
Demikianlah sabda Tuhan.
Bait Pengantar Injil
Yoh 6:40
Inilah kehendak Bapa-Ku,
yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku,
jangan ada yang hilang,
tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
Bacaan Injil
Yoh 6:37-40
"Setiap orang yang percaya kepada Anak Allah
beroleh hidup yang kekal,
dan Tuhan akan membangkitkannya pada akhir zaman."
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Dalam rumah ibadat di Kapernaum
Yesus berkata kepada orang banyak,
"Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku,
dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
Sebab Aku telah turun dari surga
bukan untuk melakukan kehendak-Ku,
tetapi untuk melakukan kehendak Dia
yang telah mengutus Aku.
Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku,
yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku
jangan ada yang hilang,
tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
Sebab inilah kehendak Bapa-Ku,
yaitu supaya setiap orang,
yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya
beroleh hidup yang kekal,
dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
Demikianlah sabda Tuhan.
Renungan Injil
Pernahkah kita berdiri di depan makam seseorang yang sangat kita kasihi, lalu teringat begitu banyak hal yang ingin kita sampaikan kepadanya? Mungkin ada ucapan terima kasih yang belum sempat terucap, permintaan maaf yang tertunda, atau penyesalan karena dahulu kita kurang memberikan perhatian kepadanya. Kini, orang yang kita kasihi itu telah tiada. Kita hanya bisa mengenangnya.
Hari ini, Gereja memperingati Arwah Semua Orang Beriman. Kita diajak mengenang dan mendoakan mereka yang telah meninggal dunia, terutama orang tua, pasangan, anak, saudara, sahabat, dan siapa pun yang pernah menjadi bagian dari kehidupan kita.
Kematian memang memisahkan kita secara jasmani. Kita tidak lagi dapat bertemu, berbicara, atau melakukan sesuatu bersama mereka. Namun, kasih kita kepada mereka tidak harus berhenti di makam.
Dalam Bacaan Pertama, kita mendengar bagaimana Yudas Makabe mengumpulkan persembahan untuk mendoakan orang-orang yang telah meninggal. Tindakan ini didasari keyakinan akan kebangkitan dan pengharapan bahwa dosa-dosa mereka diampuni.
Gereja Katolik meneruskan tradisi iman ini dengan mengajak kita mendoakan arwah orang-orang yang telah meninggal, khususnya mereka yang masih membutuhkan pemurnian. Melalui doa dan persembahan Ekaristi, kita memohon agar Allah, dalam kerahiman-Nya, mengampuni dosa-dosa mereka dan menyambut mereka dalam kebahagiaan abadi.
Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan kehendak Bapa agar semua yang telah diberikan kepada-Nya tidak ada yang hilang, melainkan dibangkitkan pada akhir zaman. Perkataan Yesus ini memberikan pengharapan yang begitu besar kepada kita yang percaya kepada-Nya.
Ketika seseorang yang kita kasihi meninggal dunia, kita menyerahkannya kepada kerahiman Tuhan. Kita percaya bahwa kasih Allah jauh lebih besar daripada kasih kita, dan bahwa Kristus telah membuka jalan menuju kehidupan kekal melalui wafat dan kebangkitan-Nya.
Namun, peringatan hari ini juga mengajak kita merenungkan kehidupan kita sendiri.
Terkadang kita begitu rajin mengunjungi makam orang yang kita kasihi, membawa bunga, menyalakan lilin, dan mendoakannya. Semua itu merupakan ungkapan kasih yang indah.
Tetapi bagaimana sikap kita terhadap orang-orang yang masih hidup di sekitar kita?
Masihkah kita menyempatkan diri mengunjungi orang tua yang sudah lanjut usia? Apakah kita cukup peduli kepada anggota keluarga yang sedang kesepian? Adakah seseorang yang telah lama menunggu permintaan maaf atau uluran tangan kita?
Jangan sampai kita baru menyadari betapa berharganya seseorang setelah ia meninggalkan kita untuk selama-lamanya.
Selama kita masih hidup, Tuhan memberikan kesempatan untuk mengasihi, mengampuni, memperbaiki hubungan, dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama. Kesempatan itu tidak akan selalu tersedia. Suatu hari, kita pun akan meninggalkan dunia ini.
Karena itu, marilah kita terus mendoakan mereka yang telah mendahului kita. Serahkanlah mereka kepada kasih dan kerahiman Allah. Semoga kelak kita semua dipersatukan kembali dalam kehidupan kekal bersama Kristus.
Dan kepada mereka yang masih berjalan bersama kita hari ini, tunjukkanlah kasih selagi masih ada kesempatan.
Amin.
Peringatan Orang Kudus
Peringatan Mulia Arwah Semua Orang Beriman
Kemarin, kita memuliakan semua Orang Kudus dan berdoa memohon agar kita pun kelak bisa berbahagia bersama mereka di dalam surga sambil memandang wajah Allah, Bapa kita. Hari ini kita mengenang saudara-saudara kita yang telah meninggal namun masih berada di Api Penyucian. Bahkan seluruh bulan Nopember ini kita khususkan untuk berdoa dan berkorban untuk memohon kerahiman Allah atas mereka. Hal ini kita lakukan karena di dalam Yesus Kristus, Penyelamat semua orang yang, merindukan keselamatan dari Allah dengan tulus hati, kita tetap bersatu padu dengan mereka. Dalam iman akan Kristus itu, kita percaya bahwa apa yang kita namakan Persekutuan para Kudus meliputi baik kita yang masih hidup di dunia ini, maupun semua Orang Kudus di surga, dan semua orang yang telah meninggal. Bersama-sama kita membentuk dan terhimpun di dalam satu Gereja, yaitu Tubuh Mistik Kristus.
Hari ini kita secara khusus mengenang dan berdoa bagi arwah semua orang beriman yang telah meninggal dunia. Maka kiranya ada baiknya kita menyadari makna peristiwa kematian menurut ajaran iman kita. Bagi kita orang Kristen saat kematian sesungguhnya merupakan peristiwa puncak kehidupan. Hidup kita tidak lenyap, melainkan hanya diubah. Kita percaya bahwa sesudah pengembaraan kita di dunia ini selesai, tersedialah bagi kita kediaman abadi di surga. Kematian bagi kita merupakan saat kita mempercayakan diri secara total kepada Kristus, kebangkitan dan kehidupan kita saat perjumpaan abadi dengan Dia, pokok pengharapan kita, yang mengantar kita pulang ke rumah Bapa.
Atas dasar iman itu, kita memohon agar saudara-saudara kita yang telah meninggal dunia disucikan dari segala dosanya, dibebaskan dari segala hambatan dan noda, dan boleh menikmati kebahagiaan kekal di sisi kanan Allah, Bapa kita, serta boleh bersama-sama para kudus di surga memandang wajah Allah yang dirindukannya. Hari kenangan dan peringatan ini pun sekaligus memberi penghiburan rohani bagi kita, bahwa kelak kita akan berjumpa kembali dengan saudara-saudara yang telah mendahului kita, untuk bersama Maria memuji dan memuliakan Allah dalam persekutuan semua orang kudus. Kita pun pada suatu ketika akan meninggalkan dunia ini dan pulang kepada Bapa di surga. Tetapi kita percaya bahwa hidup atau mati, kita tetap milik Kristus.