Liturgia Verbi (A-II)
Pesta Kelahiran S.P. Maria
Selasa, 8 September 2026
Bacaan Pertama
Mi 5:1-4a
"Tibalah saatnya perempuan yang mengandung itu melahirkan."
Pembacaan dari Nubuat Mikha:
Beginilah firman Tuhan:
"Hai Betlehem di wilayah Efrate,
hai engkau yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda,
dari padamu akan bangkit bagi-Ku
seorang yang akan memerintah Israel,
yang permulaannya sudah sejak purbakala,
yang sudah ada sejak dahulu kala.
Ia akan membiarkan mereka
sampai saatnya perempuan yang mengandung itu telah melahirkan;
lalu saudara-saudaranya yang masih ada
akan kembali kepada orang Israel.
Maka ia akan bertindak,
dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan Tuhan,
dalam kemegahan nama Tuhan Allahnya;
mereka akan tinggal tetap,
sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi,
dan dia menjadi damai sejahtera.
Demikianlah sabda Tuhan.
BACAAN LAIN
Rom 8:28-30
"Mereka yang dipanggil Allah,
juga dibenarkan oleh-Nya."
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:
Saudara-saudara,
kita tahu, bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu
untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia,
yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula,
juga ditentukan-Nya dari semula
untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya,
supaya Anak-Nya itu menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula,
juga dipanggil-Nya.
Dan mereka yang dipanggil-Nya itu, juga dibenarkan-Nya.
Dan mereka yang dibenarkan-Nya, juga dimuliakan-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan
Mzm 13:6ab.6cd,R:Yes 61:10
Refren: Aku bersukacita dalam Tuhan.
*Ya Tuhan, kepada kasih setia-Mu aku percaya,
hatiku bersorak-sorai karena penyelamatan-Mu.
*Aku mau menyanyi untuk Tuhan,
karena Ia telah berbuat baik kepadaku.
Bait Pengantar Injil
Berbahagialah engkau, hai Perawan Maria, dan sangat terpuji.
Sebab dari padamu telah terbit Sang Surya Keadilan,
yakni Kristus, Allah kita.
Bacaan Injil
Mat 1:1-16.18-23
"Anak yang ada di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus."
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub,
Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya.
Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar,
Peres memperanakkan Hezron,
Hezron memperanakkan Ram.
Ram memperanakkan Aminadab,
Aminadab memperanakkan Nahason,
Nahason memperanakkan Salmon,
Salmon memperanakkan Boas dari Rahab,
Boas memperanakkan Obed dari Rut,
Obed memperanakkan Isai,
Isai memperanakkan raja Daud.
Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria.
Salomo memperanakkan Rehabeam,
Rehabeam memperanakkan Abia,
Abia memperanakkan Asa.
Asa memperanakkan Yosafat,
Yosafat memperanakkan Yoram,
Yoram memperanakkan Uzia.
Uzia memperanakkan Yotam,
Yotam memperanakkan Ahas,
Ahas memperanakkan Hizkia.
Hizkia memperanakkan Manasye,
Manasye memperanakkan Amon,
Amon memperanakkan Yosia.
Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya
pada waktu pembuangan ke Babel.
Sesudah pembuangan ke Babel,
Yekhonya memperanakkan Sealtiel,
Sealtiel memperanakkan Zerubabel.
Zerubabel memperanakkan Abihud,
Abihud memperanakkan Elyakim,
Elyakim memperanakkan Azor.
Azor memperanakkan Zadok,
Zadok memperanakkan Akhim,
Akhim memperanakkan Eliud,
Eliud memperanakkan Eleazar,
Eleazar memperanakkan Matan,
Matan memperanakkan Yakub,
Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria,
yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut:
Pada waktu Maria, ibu Yesus, bertunangan dengan Yusuf,
ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus,
sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
Karena Yusuf, suaminya, seorang yang tulus hati,
dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum,
ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu,
malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata,
"Yusuf, anak Daud,
janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu,
sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Maria akan melahirkan anak laki-laki,
dan engkau akan menamakan Dia Yesus,
karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya
dari dosa mereka."
Hal itu terjadi supaya genaplah yang firman Tuhan
yang dinyatakan oleh nabi,
"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung
dan melahirkan seorang anak laki-laki,
dan mereka akan menamai Dia Imanuel"
yang berarti: Allah menyertai kita.
Demikianlah sabda Tuhan.
Renungan Injil
Manusia biasanya tertarik kepada sesuatu yang besar. Proyek besar, kesempatan besar, jabatan besar, keberhasilan besar, atau perubahan besar. Kita mudah menganggap sesuatu penting ketika hasilnya sudah terlihat. Sebaliknya, sesuatu yang kecil sering kita abaikan karena tampaknya belum berarti apa-apa.
Bacaan hari ini menunjukkan cara Tuhan bekerja yang berbeda.
Nabi Mikha berkata tentang Betlehem, “Hai Betlehem-Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel.” Betlehem bukan kota besar. Ia bukan pusat kekuasaan dan bukan tempat yang dianggap penting oleh dunia. Namun dari tempat yang kecil itulah Tuhan memulai sesuatu yang mengubah sejarah manusia.
Hari ini Gereja juga merayakan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria. Ketika Maria lahir, dunia tidak berhenti untuk memperhatikannya. Tidak ada orang yang berkata bahwa pada hari itu telah lahir seorang perempuan yang kelak akan mengambil bagian sangat penting dalam karya keselamatan Allah. Ia hanya seorang bayi kecil yang lahir di tengah sebuah keluarga biasa.
Tetapi Tuhan melihat jauh lebih besar daripada yang dapat dilihat manusia.
Dari kehidupan Maria yang sederhana, Tuhan mempersiapkan jalan bagi kedatangan Yesus. Dari kesediaannya berkata ya kepada Tuhan, lahirlah Sang Juruselamat. Sesuatu yang tampaknya kecil ternyata menjadi bagian dari karya Allah yang sangat besar.
Begitu pula dalam kehidupan kita.
Kita sering menunggu kesempatan besar untuk melakukan sesuatu yang berarti. Kita merasa baru dapat memberi dampak ketika mempunyai posisi tertentu, sumber daya yang cukup, pengaruh yang luas, atau kemampuan yang lebih besar. Padahal Tuhan dapat memulai karya-Nya dari sesuatu yang sangat sederhana.
Satu keputusan untuk memperbaiki hubungan dapat memulihkan sebuah keluarga. Satu kalimat yang menguatkan dapat menolong seseorang melewati hari yang berat. Satu kesempatan yang kita berikan dapat mengubah masa depan seseorang. Satu kebiasaan kecil yang dilakukan dengan tekun dapat membentuk karakter. Satu tindakan sederhana dalam pelayanan dapat menjadi berkat bagi orang yang bahkan tidak pernah kita kenal.
Kita mungkin melihatnya kecil. Tuhan dapat melihatnya sebagai awal.
Masalahnya, kita sering ingin segera melihat hasil. Ketika perubahan belum tampak, kita merasa usaha kita sia-sia. Ketika doa belum menghasilkan sesuatu yang kita harapkan, kita mulai bertanya apakah Tuhan benar-benar bekerja. Ketika pelayanan kita tidak mendapat perhatian, kita mulai kehilangan semangat.
Padahal benih selalu memulai kehidupannya dalam ukuran yang kecil.
Tidak ada pohon besar yang langsung muncul sebagai pohon. Ia memulai dari benih. Tidak ada perjalanan panjang yang langsung sampai di tujuan. Ia dimulai dengan satu langkah. Demikian pula karya Tuhan dalam hidup kita sering dimulai melalui sesuatu yang sangat sederhana.
Kelahiran Maria mengingatkan kita bahwa kita tidak perlu meremehkan permulaan yang kecil. Apa yang sekarang tampaknya belum berarti mungkin sedang dipakai Tuhan untuk mempersiapkan sesuatu yang lebih besar.
Mungkin hari ini Tuhan tidak meminta kita melakukan sesuatu yang luar biasa. Mungkin yang diminta hanyalah tetap setia menjalankan tanggung jawab, memperhatikan seseorang yang membutuhkan, menyelesaikan pekerjaan dengan baik, menemani orang yang sedang kesulitan, atau melakukan satu langkah kecil yang selama ini kita tunda.
Kesetiaan kecil yang dilakukan bersama Tuhan tidak pernah benar-benar kecil.
Betlehem kecil dipakai Tuhan. Maria yang hidup sederhana dipakai Tuhan. Yusuf yang dengan rendah hati menaati kehendak Tuhan juga mengambil bagian dalam karya keselamatan.
Maka ketika hari ini kita merasa apa yang kita lakukan terlalu kecil untuk menghasilkan perubahan, tetaplah melakukannya dengan setia. Kita tidak pernah tahu bagaimana Tuhan akan memakai satu langkah sederhana yang kita lakukan hari ini.
Kita melihat permulaan. Tuhan melihat perjalanan sampai akhirnya.
Kita melihat sesuatu yang kecil. Tuhan melihat apa yang dapat tumbuh darinya.
Percayalah, Tuhan dapat memulai karya yang besar dari hal yang kecil, termasuk dari langkah kecil yang kita lakukan hari ini.
Amin.
Peringatan Orang Kudus
Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria
Hari ini Gereja sedunia merayakan "Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria." Pesta ini sesungguhnya menunjukkan betapa Gereja mengasihi dan menghormati Maria sebagai wanita yang punya peranan besar di dalam karya keselamatan Allah. Sehubungan dengan pesta ini mungkin terlintas dalam benak kita pertanyaan berikut: "Landasan pemikiran apa yang melatarbelakangi pesta ini?"
Kita tidak bisa langsung menjawab pertanyaan ini dengan membeberkan peristiwa kelahiran Maria secara lengkap dan obyektif berdasarkan informasi dari dokumen-dokumen terpercaya Gereja seperti Alkitab. Yang mungkin bagi kita ialah melihat peranan dan kedudukan Maria di dalam rencana dan karya keselamatan Allah di dalam sejarah. Tentang hal itu Gereja mengajarkan bahwa Allah - setelah kejatuhan manusia - menjanjikan seorang Penebus bagi umat manusia. Penebus itu adalah AnakNya sendiri. Untuk maksud luhur itu Allah membutuhkan kerjasama manusia; Allah membutuhkan seorang perempuan untuk mengandungkan dan melahirkan AnakNya. Kebenaran iman ini dikatakan Santo Paulus dalam suratnya kepada umat di Galatia: " . . . setelah genap waktunya, maka Allah mengutus AnakNya, yang lahir dari seorang perempuan . . . " (Gal 4:4).
Siapa Perempuan itu? Perempuan itu ialah Maria, seorang puteri keturunan Abraham. Dari sini Gereja mengajarkan bahwa Maria telah ditentukan Allah sedari kekal untuk mengandung dan melahirkan AnakNya. Untuk itu ia suci sejak lahirnya dan diperkandungkan tanpa noda dosa asal.
Dalam konteks pengakuan iman inilah, Gereja merasa perlu menentukan suatu hari khusus (yaitu: 8 September) untuk merayakan peristiwa kelahiran Maria. Dasar pertimbangan di sini - barangkali sangat sederhana - ialah bahwa sebagai manusia, Maria tentu pernah lahir pada waktu dan di tempat tertentu, dari orangtua dan suku tertentu. Injil-injil sendiri tidak mengatakan secara jelas bahwa Maria juga adalah keturunan Daud, sebagaimana Yusuf suaminya. Yang penting di sini bukanlah ketepatan hari kelahiran itu tetapi ungkapan iman Gereja akan Maria sebagai perempuan yang ditentukan Allah untuk mengandungkan dan melahirkan AnakNya.
Seturut sejarah, mulanya pesta ini dirayakan di lingkungan Gereja Timur berdasarkan ilham dari tulisan-tulisan Apokrif pada abad ke-6; pada akhir abad ke-7, barulah pesta ini diterima dan dirayakan di dalam Gereja Barat Roma.