Liturgia Verbi 2026-04-05 Minggu.

Liturgia Verbi (A-II)
Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan

Minggu, 5 April 2026



Bacaan Pertama
Kis 10:34a.37-43

"Kami telah makan dan minum bersama dengan Yesus
setelah Ia bangkit dari antara orang mati."

Pembacaan dari Kisah Para Rasul:

Sekali peristiwa
Allah menyuruh Petrus pergi ke rumah perwira Kornelius.
Di sana Petrus berkata,
"Kamu tahu tentang segala sesuatu
yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea,
sesudah pembaptisan yang diberitakan oleh Yohanes,
yaitu tentang Yesus dari Nazaret:
Bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa,
Yesus itulah yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik
dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis,
sebab Allah menyertai Dia.

Kami adalah saksi dari segala sesuatu
yang diperbuat Yesus di tanah Yudea maupun di Yerusalem!
Dia telah dibunuh dan digantung pada kayu salib.
Tetapi Allah telah membangkitkan Dia pada hari yang ketiga.
Dan Allah berkenan bahwa Ia menampakkan diri,
bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi,
yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah,
yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia,
setelah Ia bangkit dari antara orang mati.

Dan Yesus telah menugaskan kami
memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi
bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim
atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.
Tentang Dialah semua nabi bersaksi,
bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya,
ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."

Demikianlah sabda Tuhan.



Mazmur Tanggapan
Mzm 118:1-2.16ab-17.22-23,R:24

Refren: Inilah hari yang dijadikan Tuhan,
marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya!

*Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!
Kekal abadi kasih setia-Nya.
Biarlah Israel berkata,
"Kekal abadi kasih setia-Nya!"

*Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan,
tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan!
Aku tidak akan mati, tetapi hidup,
dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan!

*Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan
telah menjadi batu penjuru.
Hal itu terjadi dari pihak Tuhan,
suatu perbuatan ajaib di mata kita.



Bacaan Kedua
Kol 3:1-4

"Carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada."

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus
kepada Jemaat di Kolose:

Saudara-saudara,
kamu telah dibangkitkan bersama dengan Kristus.
Maka carilah perkara yang di atas,
di mana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah.
Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
Sebab kamu telah mati,
dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.
Kristuslah hidup kita!
Apabila Ia menyatakan diri kelak,
kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia
dalam kemuliaan.

Demikianlah sabda Tuhan.

ATAU BACAAN LAIN:
1Kor 5:6b-8

"Buanglah ragi yang lama, supaya kamu menjadi adonan yang baru."

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:

Saudara-saudara, kamu tahu bahwa
ragi yang sedikit saja dapat mengkhamirkan seluruh adonan.
Maka buanglah ragi yang lama,
supaya kamu menjadi adonan yang baru,
sebab kamu memang tidak beragi.
Sebab Kristus, anak domba Paskah kita, sudah disembelih.
Karena itu marilah kita berpesta,
bukan dengan roti yang lama,
bukan pula dengan ragi  keburukan dan kejahatan,
tetapi dengan roti yang tidak beragi,
yaitu kemurnian dan kebenaran.

Demikianlah sabda Tuhan.


MADAH PASKAH
Marilah kita lagukan
pujian kejayaan!
   Kristus sudah berjuang melawan kematian;
   meskipun ditelan namun menang.
Dosa kita dilebur, kuasa maut gugur,
didamaikan kita dengan Bapa.
   Katakan Maria,
   engkau melihat apa?
Wajah Yesusku yang hidup
sungguh mulia hingga aku takjub.
   Kudengar malaikat
   menyampaikan amanat.
Yesus Kristus sudah bangkit,
kabarkanlah pada para murid.
   Sungguh bangkit Yesus Tuhan
   sebagai pemenang.
   Hiduplah berjaya selamanya.
Amin.  Alleluya.



Bait Pengantar Injil
1Kor 5:7b-8a

Anak Domba Paskah kita, yaitu Kristus, telah disembelih.
Karena itu marilah kita berpesta dalam Tuhan.



Bacaan Injil
Yoh 20:1-9 

"Yesus harus bangkit dari antara orang mati."

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Pada hari pertama minggu itu,
pagi-pagi benar ketika hari masih gelap,
pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus,
dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.
Maka ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus
dan murid yang lain yang dikasihi Yesus.
Ia berkata kepada mereka,
"Tuhan telah diambil orang dari kuburnya,
dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."

Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
Keduanya berlari bersama-sama,
tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus,
sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
Ia menjenguk ke dalam,
dan melihat kain kapan terletak di tanah;
akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
Maka tibalah juga Simon Petrus menyusul dia,
dan masuk ke dalam kubur itu.
Ia melihat kain kapan terletak di tanah,
sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus
tidak terletak dekat kain kapan itu,
tetapi agak di samping,
di tempat yang lain,
dan sudah tergulung.
Maka masuklah juga murid yang lain,
yang lebih dahulu sampai di kubur itu;
ia melihatnya dan percaya.
Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci,
yang mengatakan bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

Demikianlah sabda Tuhan.




Renungan Injil
Selamat merayakan Paskah Kebangkitan Tuhan!

Yesus harus bangkit dari antara orang mati, karena kebangkitan itulah tanda kemenangan.
Kebangkitan ini telah dinubuatkan dalam kitab para nabi, jauh sebelum Yesus benar-benar bangkit.
Saya ingin mengajak kita semua untuk melihat kembali peristiwa penyelamatan ini, sebagai analogi terhadap peristiwa besar yang sedang terjadi sekarang ini, ancaman keselamatan dari virus Corona.
Yang saya tulis ini bukan ramalan, apalagi nubuat, melainkan hanya sekedar analogi bahwa saya merasa ada kesesuaian peristiwa di antara keduanya.
Mari kita lihat milestones (tonggak waktu) berikut ini:

Rabu Abu adalah tanda dimulainya masa Prapaskah, 26-Februari-2020, bersamaan dengan masuknya Corona ke Indonesia, dan setelah Presiden Joko Widodo mengumumkannya 5 hari kemudian, maka kita semua menjadi heboh, pemerintah pun segera menunjuk rumahsakit-rumahsakit sebagai rujukan infeksi Corona.
Kejadian serupa terjadi di jaman Yesus.
Waktu itu sudah mulai beredar rumor yang mengatakan bahwa Yesus dicari-cari oleh para imam kepala untuk ditangkap dan dihukum karena menghujat Allah.
Yesus pun memilih pelayanan di tempat yang jauh dari Yerusalem, sama seperti sebagian dari kita, memilih tinggal di rumah dan menghindari tempat-tempat yang tidak aman, sementara sebagian lainnya EGP (Emang Gue Pikirin).
Sama, itu pula yang terjadi di jaman Yesus, para murid dan sebagian pengikut Yesus mulai was-was karena sampai tiga kali Yesus menyampaikan bahwa Yesus harus wafat dan tetapi jangan khawatir karena Yesus akan bangkit pada hari ketiga.
Waktu itu banyak orang menyampaikan pendapatnya, bahwa pandemi Corona akan berakhir di bulan April, hanya butuh waktu 14 hari saja, dan sebagainya.

Minggu Palma, 5-April-2020, di jaman Yesus, orang banyak mengelu-elukan Yesus sebagai raja yang akan menyelamatkan mereka, menyambut kedatangan Yesus yang dengan berani datang ke Yerusalem. 
Apa yang terjadi di kita?
Ancaman pandemi juga semakin menjadi-jadi, sehingga kita pun tak dapat merayakan Minggu Palma seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi tetap besar harapan kita bahwa pandemi akan segera berakhir.
Pro-kontra telah terjadi di antara para pemimpin pemerintahan, para pemimpin agama, para pemimpin komunitas, dan sebagainya.
Di jaman Yesus pun terjadi, umat terbelah antara yang pro dan kontra terhadap Yesus.
Memang tidak mudah untuk percaya kalau Yesus dapat membangkitkan Lazarus yang sudah di liang kubur itu, tidak mudah untuk percaya kalau Yesus dapat membangun Bait Allah dalam tiga hari, apalagi mempercayai kalau Yesus adalah Tuhan.
Sama, kita juga mengalaminya, sebagian dari kita mulai meragukan, "Mana Tuhan?  Mana Tuhan? Mengapa tidak hadir di saat kami membutuhkan pertolongan-Nya?  Masak kalah sama Corona?", dan sebagainya.
Sebagian lainnya malah percaya melebihi takarannya, kalau boleh saya sebut "secara membabi-buta", mengutip ayat-ayat Injil yang dicocok-cocokkan, dan sebagainya.

Tri Hari Suci, yang dimulai dengan Kamis Putih, 9-April-2020.
Yang sesungguhnya terjadi adalah kepanikan masal, sama seperti di jaman Yesus, para pengikut Yesus pada kabur menyembunyikan diri setelah mengetahui Yesus ditangkap.
Petrus malah sampai tiga kali menyangkal Yesus, tak mau mengakui sebagai murid Yesus dan bahkan Petrus mengatakan kalau ia tidak mengenal Yesus.

Nah, hari ini, 12-April-2020, di hari Kebangkitan Tuhan, banyak orang percaya kalau pandemi akan segera berakhir, kemenangan segera menjelang.
Salah!
Di jaman Yesus, hanya Bunda Maria dan beberapa orang lainnya saja yang mengiringi Yesus memikul salib-Nya menuju Golgota, yang lainnya pada kabur entah kemana.
Dan, apakah setelah Yesus bangkit lalu mereka bersorak-sorai merayakan kemenangan itu?
Tidak!  Sangat sulit untuk mempercayai kalau Yesus benar-benar bangkit.
Maria Magdalena malah tidak mengenali ketika berjumpa dengan Yesus.
Rasul Tomas malah sesumbar, "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."  [Yoh 20:25b]
Begitu pula para pengikut lainnya, sekali pun mereka telah mendengar kabar kalau Yesus telah bangkit, mereka memililh pulang-kampung karena tak percaya dengan "kabar burung" itu.

Setelah kebangkitan-Nya, Yesus tidak melakukan banyak hal kecuali beberapa kali menampakkan diri-Nya dan setelah itu naik ke Surga, kembali ke rumah Bapa-Nya walau pun sempat meninggalkan pesan "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk."
Hari Raya Kenaikan Tuhan akan kita rayakan pada hari Kamis, 21-Mei-2020 nanti.
Di jaman Yesus, sampai pada hari kenaikan Tuhan, para murid dan pengikut lainnya masih diliputi ketakutan, kepanikan.
Mereka masih ketakutan untuk tampil di depan umum.

Bagaimana dengan kita-kita yang percaya ini?
Masih sanggupkah kita melawan "hoaks" jaman sekarang, seperti para murid Yesus melawan "hoaks" di jaman itu, misalnya kabar bahwa Yesus tidak bangkit melainkan para murid-Nya yang mencuri jenazah Yesus?

Sekali pun sampai dengan 21-Mei mendatang ketakutan kita akan semakin menjadi-jadi, dan bisa jadi saja ada di antara kita yang menjadi korbannya, terpapar positif.
Rasanya pandemi tidak akan berakhir di bulan Mei mendatang.
Yang dapat kita upayakan adalah tetap tekun berdoa memohon pertolongan Tuhan, dan akan lebih baik lagi jika dilakukan secara berjemaah, bersama-sama orang beriman dari seluruh dunia.
Tetap memelihara iman dan pengharapan kita, itulah yang terbaik.
Tak menjadi masalah kalau kita terpaksa bersembunyi di dalam rumah, itu pula yang dilakukan oleh para murid Yesus waktu itu.
Mereka tidak lagi disibukkan oleh urusan-urusan duniawi, tak ada kedudukan atau jabatan, semua bergandeng-tangan memanjatkan doa permohonan.
Tak ada jaminan kalau doa seorang pendosa "kalah manjur" dibandingkan doa seorang imam.
Kita juga, tak perlu lagi memandang apakah ia seorang imam, umat yang telah dibaptis atau hanya sekedar simpatisan karena rencana pembaptisannya tertunda, mari kita saling meneguhkan, menjaga iman kita agar tak luntur oleh hoaks.
Mari kita bertahan sampai saatnya nanti, Minggu, 31-Mei-2020, pada Hari Raya Pentakosta, dimana pertolongan Tuhan akan menjadi nyata, Roh Kudus akan turun atas kita, yakni roh yang dijanjikan itu, akan menolong kita mengatasi pandemi Corona dan berbagai penderitaan hidup lainnya.
Yesus berpesan kepada para murid-Nya, melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, menantikan kedatangan Roh Kudus. [Kis 1:4b]
Pesan itu sekarang ditujukan kepada kita, hendaknya kita tempat tinggal di rumah masing-masing sambil berdoa dan memelihara iman, sampai saatnya pertolongan Tuhan tiba di akhir bulan Mei mendatang.

Semoga Allah Bapa kita yang di Surga berkenan menyatakan kemuliaan-Nya secara nyata bagi kita di akhir bulan Mei mendatang, Amin.



Peringatan Orang Kudus
Santo Vinsensius Ferreri, Pengaku Iman
Santo Vinsensius Ferreri dikenal sebagai pembuat mujizat, wartawan hari kiamat dan pentobat orang-orang berdosa. Ia lahir pada tanggal 23 Januari 1350 di Valensia, Spanyol. Ferreri adalah seorang anak yang dikaruniai rahmat istimewa. Pada usia 14 tahun, ia telah menyelesaikan pendidikan awalnya dalam bidang filsafat di Valensia. Pada usia 17 tahun, Ferreri diterima dalam ordo Dominikan dan dikirim ke Barcelona, Spanyol pada tahun berikutnya. Setelah beberapa lama ia mengajar filsafat di Lerdia, Spanyol, ia kembali ke Barcelona pada tahun 1373.
Setelah lama belajar di Toulouse, Prancis, kepribadian dan cara hidup Ferreri menarik hati Kardinal Pedro de Luna (yang kemudian menjadi Paus Benediktus XIII pada tahun 1394-1423 di Avignon) ketika terjadi skisma besar di kalangan Gereja Barat. Pada tahun 1379, Luna mengangkat Ferreri sebagai pembantunya untuk menangani persoalan kepausan di Avignon. Ketika Kardinal Luna dipilih menjadi paus, Ferreri menjadi penasehat dan bapa pengakuan pribadi paus di Avignon. Ia menolak penunjukan atas dirinya menjadi seorang kardinal dan pemimpin beberapa kantor Gereja karena ia lebih suka berkarya sebagai seorang misionaris di antara umat. Kira-kira pada tahun 1398, ia diserang demam yang membahayakan. Ketika itu, ia mengalami penampakan Yesus bersama Santo Dominikus dan Fransiskus Asisi. Dalam penglihatan itu, Yesus memerintahkan dia untuk mewartakan Injil di antara bangsa-bangsa. Setelah penampakan ini, Ferreri sendiri kembali dan bersiap diri melaksanakan perintah Yesus.
Selama 20 tahun, Ferreri mengelilingi Spanyol, Italia, Jerman dan Switzerland untuk mewartakan Injil bagi pertobatan orang-orang berdosa. Khotbahnya salalu dilaksanakan di luar gereja karena ruangan katedral tidak bisa menampung jumlah umat yang hadir. Ia berhasil membawa kembali orang-orang berdosa ke jalan yang benar di setiap negara yang dikunjunginya. Tuhan menganugerahkan kepadanya kemampuan berbahasa sehingga khotbahnya dapat dimengerti oleh para pendengarnya yang berbahasa lain, bahkan oleh para petani sederhana sekalipun.
Sekali peristiwa, dalam khotbahnya ia meramalkan bahwa Bernardinus dari Siena, seorang hadirin yang turut mendengar khotbahnya ketika itu, kelak akan dihormati Gereja sebagai seorang santo. Juga kepada Alphonso Borja, Ferreri mengatakan bahwa ia akan menggelarkan Santo kepada Ferreri ketika ia menjabat sebagai Paus. Ramalan-ramalan ini kemudian terpenuhi setelah Ferreri meninggal.
Proses penyelidikan terhadap Ferreri dilakukan. Setelah 873 mujizat diperiksa dan dinyatakan benar, maka panitia penyelidik menghentikan pekerjaannya. Mujizat terbesar ialah cara hidupnya yang keras penuh dengan doa, matiraga dan tapa, tetapi tetap bersemangat dalam melaksanakan tugasnya sebagai pewarta. Vincentius Ferreri meninggal dunia di Vannes, Inggris, pada tanggal 5 April 1419.


Santa Yuliana dari Kornillon, Pengaku Iman
Hari Raya Tubuh Darah Kristus (Corpus Christi) - yang sama dengan Hari Raya Sakramen Mahakudus - masuk di dalam lingkaran penanggalan Gereja atas dasar wahyu Tuhan kepada Santa Yuliana dari Kornillon. Prosesnya sangat rumit dan lama serta meminta pengorbanan yang tidak kecil dari Suster Yuliana sendiri. Penglihatan ajaib yang dialaminya membawa dia kepada suatu masa penderitaan yang lama hingga hari raya itu direstui oleh pimpinan tertinggi Gereja dan dirayakan oleh seluruh Gereja. Pesta ini dirayakan pada hari minggu biasa setelah masa Paskah, tepatnya pada hari minggu biasa sesudah hari raya Tri­tunggal Mahakudus.
Yuliana lahir di Liege, Belgia pada tahun 1192. Pada umur 5 tahun, ia sudah menjadi anak yatim-piatu. Maka ia dititipkan di sebuah biara di Mount Cornillon. I"ada tahun 1200 terdapat di gunung ini dua buah biara Santo Agustinus: yang satu untuk kaum pria dan yang lain untuk kaum wanita. Di sana terdapat beberapa buah rumah, ada usaha perkebunan dan peternakan sapi. Di beberapa rumah para biarawan/wati itu merawat banyak orang sakit lepra. Untuk menghindari bahaya ketularan penyakit lepra, maka Yuliana bersama adiknya Agnes dipisahkan di sebuah rumah pertanian yang tidak jauh dari rumah induk. Di situ mereka diasuh oleh Sr. Sapiensia. Tugas mereka ialah belajar, membersihkan rumah, memelihara bunga-bunga dan menjaga sapi. Kedua kakak-beradik ini selalu ikut serta dalam doa, perayaan Ekaristi dan upacara-uaacara lainnya.  Yuliana menaruh hormat yang tinggi kepada Sakramen Mahakudus yang diterimanya setiap kali mengikuti perayaan Ekaristi. Ia juga suka sekali membaca buku-buku karya Santo Agustinus, Santo Bernardus dan lain-lainnya di dalam perpustakaan.
Pada usia 16 tahun, Yuliana mengalami suatu penglihatan ajaib. la melihat bulan purnama yang aneh sekali: pinggirannya tercabik. Ia ragu­ragu memastikan arti penglihatan itu, apakah itu suatu godaan dari roh jahat atau pewahyuan Tuhan. la berdoa memohon agar Yesus menerangkan kepadanya arti penglihatan itu. Dua tahun kemudian Yesus menampakkan diri kepadanya dan menerangkan arti penampakan itu: bahwasanya bulan itu adalah lingkaran tahun liturgis Gereja dengan berbagai hari raya. Sedangkan cabikan pada pinggiran purnama itu menandakan bahwa lingkaran tahun liturgi Gereja belum sempurna oleh karena tidak adanya hari raya khusus untuk menghormati Sakramen Mahakudus. Yuliana diminta oleh Yesus untuk menyampaikan kepada pimpinan Gereja agar segera menetapkan suatu hari khusus untuk menghormati Sakramen Mahakudus. Dengan takut-takut, Yuliana berkata: "Ah, Tuhan! Janganlah aku yang Kautugaskan untuk menyampaikan hal itu.  Serahkan saja tugas ini kepada seorang imam yang saleh dan terpelajar!" Tetapi Yesus menjawab: "Kaulah orang yang Kuanggap layak untuk tugas luhur ini. Justru orang lemah namun berbakti kepadaKu layak untuk menjalankan tugas ini!"
Hari dan tahun berjalan terus hingga Yuliana menjadi suster di biara St. Agustinus Mount Cornillon. Karena kedudukannya masih rendah, ia tldak beranl membuka rahasia penampakan itu dan pesan Tuhan Yesus. Barulaih ketika ia terpilih sebagai prior pada tahun 1225, ia mulai membuka rahasia penampakan dan pesan Tuhan itu. Mula-mula ia mengutarakan pesan Tuhan itu kepada Eva, seorang pertapa wanita yang saleh dan pintar. Eva selanjutnya berbicara dengan para imam, antara lain dengan Hugo, Profinsial Ordo Dominikan, Uskup J. Pantelleon dan para ahli di bidang liturgi dan teologi. Sernentara itu Yuliana terus berdoa agar semua orang dapat menerima baik pesan Tuhan yang disampaikan kepadanya. Pada dasarnya pimpinan Gereja setempat dan para ahli itu tidak menolak memasukkan Pesta Sakramen Mahakudus dalam kalender liturgi Gereja. Hasil pertama diperolehnya pada tahun 1246 yaitu tatkala hari raya Corpus Christi itu disetujui dan diresmikan oleh Uskup J. Pantelleon.
Narnun sejak itulah Yuliana mengalami banyak penderitaan. Banyak orang termasuk imam-imam mencap Yuliana sebagai orang yang kerasukan setan. Dan banyak dakwaan dan kritik lain terhadapnya yang menuduh dia memanfaatkan kedudukannya sebagai pimpinan biara untuk ambisi pribadi mempromosikan penemuannya tentang "Hari Raya Sakramen Mahakudus" itu. la dipecat dari kedudukannya sebagai pemimpin biara dan diusir dari biara itu. Ia lalu pergi bergabung dengan Eva di pertapaannya. Akhirnya setelah mengalami begitu banyak penderitaan fisik dan batin, Yuliana meninggal dunia pada tanggal 5 April 1258.
Sepeninggal Yuliana, Eva, wanita pertapa itu melanjutkan perjuangannya, didukung oleh Uskupnya J. Pantelleon. Delapan tahun kemudian Hugo, Profinsial Ordo Dominikan yang mengenal baik Yuliana, terpilih menjadi paus di Roma dengan nama Paus Urbanus IV (1261­1264). Tak lama kemudian pada tahun 1264 Paus Urbanus IV menetapkan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus sebagai pesta Gereja. Kemudian Paus Klemens V (1305-1314) mengesahkannya pada tahun 1312.




https://liturgia-verbi.blogspot.com/


Liturgia Verbi 2026-04-04 Sabtu.

Liturgia Verbi (A-II)
Hari Sabtu Suci (Pagi) - Vigili Paskah (Malam)

Sabtu, 4 April 2026

Hari Sabtu Imam.
Marilah berdoa bagi para imam, agar Bapa Di Surga memberkati segala pelayanan mereka, serta dikuatkan dalam menghadapi godaan, cobaan dan marabahaya.

Pagi: HARI SABTU SUCI (U).
Pada hari Sabtu suci Gereja berjaga dekat makam Tuhan sambil merenungkan sengsara dan wafat-Nya dan terlebih turun-Nya ke alam maut; Gereja menantikan kebangkitan Tuhan dengan berdoa dan berpuasa. (PPP 73) Pada hari ini Gereja tidak merayakan Kurban Misa. Komuni suci dibagikan hanya dalam bentuk viaticum/bekal suci. Perayaan sakramen perkawinan dan sakramen-sakramen lain tidak boleh diberikan, kecuali sakramen tobat dan pengurapan orang sakit. (PPP 75). O Khusus. Ibd Penutup tidak perlu didoakan oleh mereka yang mengikuti Perayaan/Liturgi Malam Paskah.

VIGILI PASKAH:
"Seluruh perayaan Vigili Paskah dilaksanakan waktu malam: tak boleh diadakan sebelum gelap atau berakhir setelah fajar hari Minggu. Peraturan ini harus ditepati secara ketat. Penyelewengan, yakni merayakan Vigili Paskah pada waktu biasanya diadakan Misa Sabtu sore, tidak dibenarkan." (PPP no. 78).

Sedapat mungkin seluruh bacaan (9) dibacakan. Namun, bila ada alasan pastoral untuk mengurangi jumlah bacaan itu, haruslah sekurang-kurangnya dipakai tiga bacaan dari Perjanjian Lama, yakni dari kitab Taurat dan Nabi-nabi; dalam pada itu harus ada bacaan dari bab 14 Kitab Keluaran dengan kantikumnya (PPP 85). Pada perayaan liturgi malam ini paling tepat diadakan penerimaan Sakramen Inisiasi.



Bacaan Pertama
Kej 1:1-2:2

"Allah melihat segala yang dijadikan-Nya
sungguh amat baik."

Pembacaan dari Kitab Kejadian:

Pada awal mula Allah menciptakan langit dan bumi.
Bumi belum berbentuk dan kosong.
Gelap gulita meliputi samudera raya.
Dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
Allah berfirman, "Jadilah terang!"
Maka jadilah terang.
Allah melihat bahwa terang itu baik,
lalu dipisahkan-Nya terang itu dari gelap.
Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam.
Maka jadilah petang dan pagi: hari pertama.

Lalu Allah berfirman,
"Jadilah cakrawala di tengah segala air,
untuk memisahkan air dari air."
Maka Allah menjadikan cakrawala,
dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu
dari air yang ada di atasnya.
Dan jadilah demikian.
Allah menamai cakrawala itu langit.
Maka jadilah petang dan pagi: hari kedua.

Lalu Allah berfirman,
"Hendaklah segala air yang di bawah langit
berkumpul pada satu tempat,
sehingga kelihatan yang kering."
Dan jadilah demikian.
Allah menamai yang kering itu darat,
dan kumpulan air itu laut.
Allah melihat bahwa semua itu baik.

Lalu Allah berfirman,
"Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda,
tumbuh-tumbuhan yang berbiji,
segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah berbiji,
supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi."
Dan jadilah demikian.
Tanah menumbuhkan tunas-tunas muda,
segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji
dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah berbiji.
Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Maka jadilah petang dan pagi: hari ketiga.

Lalu Allah berfirman,
"Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala
untuk memisahkan siang dari malam.
Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda
yang menunjukkan masa-masa yang tetap,
menunjukkan hari dan tahun;
dan sebagai penerang pada cakrawala
biarlah benda-benda itu menerangi bumi."
Dan jadilah demikian.
Maka Allah menjadikan kedua benda penerangan yang besar,
yakni yang lebih besar untuk menguasai siang,
dan yang lebih kecil untuk menguasai malam,
dan menjadikan juga bintang-bintang.
Semuanya itu ditaruh Allah di cakrawala untuk menerangi bumi,
dan untuk menguasai siang serta malam,
dan untuk memisahkan terang dari gelap.
Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Maka jadilah petang dan pagi: hari keempat.

Lalu Allah berfirman,
"Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup,
dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi
melintasi cakrawala."
Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar
dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak,
yang berkeriapan dalam air,
dan segala jenis burung yang bersayap.
Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya,
"Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah
serta penuhilah laut,
dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak."
Maka jadilah petang dan pagi: hari kelima.

Lalu Allah berfirman,
"Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup,
ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar."
Dan jadilah demikian.
Allah menjadikan segala jenis binatang liar,
segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi.
Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Lalu Allah berfirman,
"Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,
supaya mereka berkuasa
atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara,
atas ternak dan atas seluruh bumi,
serta atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya;
menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia;
laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Allah memberkati mereka,
lalu Allah berfirman kepada mereka,
"Beranak-cucu dan bertambah banyaklah;
penuhilah bumi dan taklukkanlah,
berkuasalah atas ikan-ikan di laut,
burung-burung di udara,
dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Lalu Allah berfirman,
"Lihatlah Aku memberikan kepadamu
segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi
dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji.
Itulah akan menjadi makananmu.
Tetapi kepada segala binatang di bumi dan kepada burung di udara
dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa,
Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya."
Dan jadilah demikian.
Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu,
sungguh amat baik.
Maka jadilah petang dan pagi: itulah hari keenam.

Demikianlah diselesaikan langit dan bumi
dan segala isinya.
Pada hari ketujuh
Allah telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu.
Maka berhentilah Ia pada hari ketujuh
dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.

Demikianlah sabda Tuhan.

ATAU BACAAN SINGKAT:
Kej 1:1.26-31a

"Allah melihat segala yang dijadikan-Nya,
sungguh amak baik."

Pembacaan dari Kitab Kejadian:
Pada awal mula Allah menciptakan langit dan bumi.
Setelah menyelesaikan penciptaan langit dan bumi
dengan tumbuh-tumbuhan dan binatang di dalamnya,
Allah berfirman,
"Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,
supaya mereka berkuasa
atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara,
atas ternak dan atas seluruh bumi,
serta atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya;
menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia;
laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Allah memberkati mereka,
lalu berfirman kepada mereka,
"Beranak-cucu dan bertambah banyaklah;
penuhilah bumi dan taklukkanlah,
berkuasalah atas ikan-ikan di laut,
burung-burung di udara,
dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Lalu Allah berfirman,
"Lihatlah Aku memberikan kepadamu
segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi
dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji.
Itulah akan menjadi makananmu.
Tetapi kepada segala binatang di bumi dan kepada burung di udara
dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa,
Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya."
Dan jadilah demikian.
Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu,
sungguh amat baik.

Demikianlah sabda Tuhan.



Mazmur Tanggapan
Mzm 104:1-2a.5-6.10.12.13-14.24.35c,R:30

Refren: Utuslah Roh-Mu, dan jadi baru seluruh muka bumi.

*Pujilah Tuhan, hai jiwaku!
Tuhan, Allahku, Engkau sangat besar!
Engkau berpakaian keagungan dan semarak,
berselimutkan terang ibarat mantol.

*Engkau telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya,
sehingga takkan goyang untuk selama-lamanya.
Dengan samudera raya bumi itu Kauselubungi;
air telah naik melampaui gunung-gunung.

*Di lembah-lembah Engkau membualkan mata air
yang mengalir di antara gunung-gunung;
burung-burung di udara bersarang di dekatnya,
bersiul dari antara daun-daunan.

*Dari bangsal-Mu Engkau menyirami gunung-gunung,
bumi penuh dengan segala yang Kauturunkan dari langit.
Engkau menumbuhkan rumput bagi hewan
dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia;
Engkau mengeluarkan makanan dari dalam tanah.

*Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan,
semuanya Kaubuat dengan kebijaksanaan,
bumi penuh dengan ciptaan-Mu.
Pujilah Tuhan, hai jiwaku!


ATAU MAZMUR TANGGAPAN LAIN:
Mzm 33:4-5.6-7.12-13.20.22 (R:5b).

Refren:
Bumi penuh dengan kasih setia-Mu, ya Tuhan.

*Firman Tuah itu benar,
segala sesuatu dikerjakannya dengan kesetiaan.
Ia senang pada keadilan dan hukum,
bumi penuh dengan kasih setia-Nya.

*Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan,
oleh nafas dari mulut-Nya diciptakan segala tentaranya.
Ia mengumpulkan air laut seperti dalam kantung,
samudera raya ditaruhnya dalam bejana.

*Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan,
suka bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya!
Tuhan memandang dari surga,
dan melihat semua anak manusia.

*Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan,
Dialah penolong dan perisai kita.
Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami,
seperti kami berharap kepada-Mu.



Bacaan Kedua
Kej 22:1-18

"Kurban Abraham leluhur kita."

Pembacaan dari Kitab Kejadian:

Setelah Abraham mendapat anak, Ishak,
maka Allah mencobai Abraham.
Ia berfirman kepadanya, "Abraham,"
Abraham menyahut, "Ya, Tuhan."
Firman Tuhan,
"Ambillah anak tunggal kesayanganmu, yakni Ishak,
pergilah ke tanah Moria,
dan persembahkanlah dia di sana sebagai kurban bakaran
pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Keesokan harinya, pagi-pagi benar, bangunlah Abraham.
Ia memasang pelana keledainya
dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya.
ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu.
Lalu berangkatlah ia,
dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.
Pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya,
dan melihat tempat itu dari jauh.
Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu,
"Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini.
Aku beserta anakku akan pergi ke sana.
Kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."

Lalu Abraham mengambil kayu untuk kurban bakaran itu
dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya,
sedangkan ia sendiri membawa api dan pisau di tangannya.
Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya, "Bapa!"
Sahut Abraham, "Ya, anakku."
Bertanyalah Ishak, "Di sini sudah ada api dan kayu,
tetapi di manakah anak domba untuk kurban bakaran itu?"
Sahut Abraham, "Allah yang akan menyediakan anak domba
untuk kurban bakaran bagi-Nya, anakku."

Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama,
dan sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepada Abraham.
Abraham lalu mendirikan mezbah di situ dan menyusun kayu.
Kemudian Ishak, anaknya itu, diikat,
dan diletakkannya di mezbah, di atas kayu api itu.
Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya,
mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

Tetapi berserulah Malaikat Tuhan dari langit,
"Abraham, Abraham!"
Sahut Abraham,  "Ya, Tuhan."
Lalu Tuhan berfirman, "Jangan kaubunuh anak itu,
dan jangan kauapa-apakan dia,
sebab kini Aku tahu bahwa engkau takut akan Allah,
dan engkau tidak segan-segan
menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."

Abraham lalu menoleh
dan melihat seekor domba jantan di belakangnya,
yang tanduknya tersangkut pada belukar.
Diambilnya domba itu,
lalu dipersembahkannya
sebagai kurban pengganti anaknya.
Dan Abraham menamai tempat itu "Tuhan menyediakan".
Sebab itu sampai sekarang dikatakan orang,
"Di atas gunung Tuhan menyediakan."

Untuk kedua kalinya
berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, katanya,
"Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri
-- demikianlah firman Tuhan --
Karena engkau telah berbuat demikian,
dan engkau tidak segan-segan
menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
maka Aku memberkati engkau berlimpah-limpah
dan membuat keturunanmu sangat banyak,
seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut.
Dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
Melalui keturunanmulah
segala bangsa di bumi akan mendapat berkat,
karena engkau mentaati firman-Ku."

Demikianlah sabda Tuhan.

ATAU BACAAN SINGKAT:
Kej 22:1-2.9a.10-13.15-18

"Kurban Abraham leluhur kita."

Pembacaan dari Kitab Kejadian:

Setelah Abraham mendapat anak, Ishak,
maka Allah mencobai Abraham.
Ia berfirman kepadanya, "Abraham,"
Abraham menyahut, "Ya, Tuhan."
Firman Tuhan, "Ambillah anak tunggal kesayanganmu, yakni Ishak,
pergilah ke tanah Moria,
dan persembahkanlah dia di sana sebagai kurban bakaran
pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Maka sampailah mereka ke tempat
yang dikatakan Allah kepada Abraham.
Abraham mendirikan mezbah di situ dan menyusun kayu.
Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya,
mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
Tetapi berserulah Malaikat Tuhan dari langit,
"Abraham, Abraham!"
Sahut Abraham,  "Ya, Tuhan."
Lalu Tuhan berfirman, "Jangan kaubunuh anak itu,
dan jangan kauapa-apakan dia,
sebab kini Aku tahu bahwa engkau takut akan Allah,
dan engkau tidak segan-segan
menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."

Abraham lalu menoleh
dan melihat seekor domba jantan di belakangnya,
yang tanduknya tersangkut pada belukar.
Diambilnya domba itu,
lalu dipersembahkannya sebagai kurban pengganti anaknya.

Untuk kedua kalinya
berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, katanya,
"Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri
-- demikianlah firman Tuhan --
Karena engkau telah berbuat demikian,
dan engkau tidak segan-segan
menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
maka Aku memberkati engkau berlimpah-limpah
dan membuat keturunanmu sangat banyak,
seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut.
Dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
Melalui keturunanmulah
segala bangsa di bumi akan mendapat berkat,
karena engkau mentaati firman-Ku."

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan
Mzm 16:5.8.9-10.11, R:1

Refren: Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.

*Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku,
Engkau sendirilah
yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.
Aku senantiasa memandang kepada Tuhan;
karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

*Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai,
dan tubuhku akan diam dengan tenteram;
sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati,
dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

*Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan;
di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah,
di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.


BACAAN KETIGA
Kel 14:15-15:1

"Orang-orang Israel berjalan di tengah laut yang kering."

Pembacaan dari Kitab Keluaran:

Dalam perjalanan keluar dari tanah Mesir,
ketika hampir tersusul oleh pasukan Firaun,
ketakutanlah orang-orang Israel dan berseru-seru kepada Tuhan.
Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa,
"Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku?
Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.
Dan engkau, angkatlah tongkatmu,
dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya,
sehingga orang Israel dapat masuk ke tengah-tengah laut
dan berjalan di tanah yang kering.
Dan sementara itu Aku akan menegarkan hati orang-orang Mesir,
sehingga mereka menyusul orang Israel.
Dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya,
keretanya dan orangnya yang berkuda,
Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.
Maka orang Mesir akan insaf bahwa Aku ini Tuhan,
apabila Aku menampakkan kemuliaan-Ku
terhadap Firaun, keretanya dan orang-orangnya yang berkuda."

Kemudian bergeraklah Malaikat Allah,
yang tadinya berjalan di depan tentara Israel,
lalu berpindah, berjalan di belakang mereka;
dan tiang awan yang tadinya bergerak dari depan mereka,
beranjak dan berdiri di belakang mereka.
Demikianlah
tiang awan itu berdiri di antara tentara Mesir dan orang Israel.
Awan itu menimbulkan kegelapan,
sehingga malam itu berlalu tanpa kesempatan bagi orang Mesir
untuk mendekati orang-orang Israel.

Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut,
dan semalam-malaman Tuhan menguakkan air laut
dengan perantaraan angin timur yang keras,
serta mengeringkan laut itu.
Maka terbelahlah air laut itu,
Dan orang Israel masuk dan berjalan
di tengah-tengah laut yang kering;
sedang di kiri dan di kanan mereka
air itu sebagai tembok bagi mereka.
Orang Mesir pun mengejar dan menyusul mereka.
Semua kuda Firaun, kereta dan pasukan berkudanya
mengikuti orang Israel masuk ke tengah-tengah laut itu.

Pada waktu jaga pagi,
Tuhan memandang tentara Mesir dari dalam tiang api dan awan,
lalu mengacau-balaukan tentara Mesir.
Tuhan membuat roda kereta mereka berjalan miring
dan maju dengan berat,
sehingga orang Mesir berkata,
"Marilah kita lari meninggalkan orang Israel,
sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir!"
Berfirmanlah Tuhan kepada Musa,
"Ulurkanlah tanganmu ke atas laut,
supaya air berbalik meliputi orang Mesir,
kereta mereka, dan pasukan berkuda mereka."
Musa mengulurkan tangannya ke atas laut;
maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya semula,
sedangkan orang Mesir lari menuju air itu.
Demikianlah Tuhan mencampakkan orang Mesir
ke tengah-tengah laut.
Jadi berbaliklah segala air itu,
lalu menimbun kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun,
yang telah menyusul orang Israel itu ke laut.
Tiada seorang pun di antara mereka yang selamat.
Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut,
sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

Demikianlah pada hari itu
Tuhan menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir.
Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terkapar di pantai laut.
Ketika orang Israel melihat
betapa dasyat perbuatan Tuhan terhadap orang Mesir,
maka seluruh bangsa itu merasa takut akan Tuhan;
mereka percaya kepada Tuhan dan kepada Musa, hamba-Nya.

Pada waktu itulah
Musa bersama-sama dengan orang Israel
menyanyikan madah ini bagi Tuhan:

(Bacaan ini tidak ditutup dengan "Demikianlah sabda Tuhan, tetapi langsung disambung dengan kidung berikut:)

Kel 15:1-2.3-4.5-6.17-18,R:1

Refren: Baiklah kita menyanyi bagi Tuhan,
               sebab Ia tinggi luhur.

Kidung:
*Baiklah akku menyanyi bagi Tuhan, sebab Ia tinggi luhur.
Kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.
Tuhan itu kekuatan dan mazmurku.
Ia telah menjadi keselamatanku.
Dia Allahku, kupuji Dia; Dialah Bapaku, kuluhurkan Dia.

*Tuhan itu pahlawan perang,
Tuhan, itulah nama-Nya!
Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut;
para perwira pilihannya dibenamkan ke dalam Laut Teberau.

*Samudera raya menutupi mereka;
ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu.
Tangan kanan-Mu, ya Tuhan, mulia karena kekuasaan-Mu,
tangan kanan-Mu, ya Tuhan, menghancurkan musuh.

*Engkau membawa umat-Mu dan mencangkokkan mereka
di atas gunung milik-Mu sendiri,
di tempat yang telah Kaujadikan kediaman-Mu,
di tempat kudus yang didirikan tangan kanan-Mu, ya Tuhan.
Tuhan memerintah selama-lamanya.

*Catatan:
Bacaan ke-Empat sampai ke-Tujuh tidak disertakan di sini.

Bacaan Keempat:
Yes 54:5-14, "Dalam kasih setia abadi, Tuhan, penebusmu, akan mengasihani engkau."
Mazmur: Mzm 30:2.4.5-6.11.12.13b; (R:2a).

Bacaan Kelima:
Yes 55:1-11, "Datanglah kepadaku, maka kamu akan hidup, dan aku akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu."
Mazmur: Yes 12:2-3.4bcd.5-6; (R:3)

Bacaan Keenam:
Bar 3:9-15.32;4:4, "Berjalanlah dalam semarak Tuhan!"
Mazmur: Mzm 19:8.9.10.11;(R:Yoh 6:68c)

Bacaan Ketujuh:
Yeh 36:16-17a.18-28, "Aku akan mencurahkan air jernih ke atasmu, dan kamu akan Kuberi hati yang baru."
Mazmur: Mzm 42:3.5bcd;43:3.4;(R:42:2)  atau Yes 12:2-3.4bcd.5-6;(R:3) atau Mzm 51:12-13.14-15.18-19;(R:12a)


EPISTOLA:
Rom 6:3-11

"Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati,
dan tidak akan mati lagi."

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

Saudara-saudara,
kita semua, yang telah dibaptis dalam Kristus,
telah dibaptis dalam kematian-Nya.
Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia
oleh pembaptisan dalam kematian,
supaya, seperti halnya Kristus telah dibangkitkan
dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa,
demikian juga kita akan hidupdalam hidup yang baru.
Sebab jika kita telah menjadi satu dengan kematian-Nya,
kita juga akan menjadi satu dengan kebangkitan-Nya.
Karena kita tahu
bahwa manusia-lama kita telah turut disalibkan,
supaya tubuh-dosa kita hilang kuasanya,
agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.
Sebab siapa yang telah mati,
ia telah bebas dari dosa.
Jadi jika kita telah mati dengan Kristus,
kita percaya bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.
Karena kita tahu bahwa Kristus,
sesudah bangkit dari antara orang mati,
tidak mati lagi;
maut tidak berkuasa lagi atas Dia!
Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa,
satu kali untuk selama-lamanya,
dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.
Demikianlah hendaknya kamu memandangnya:
kamu telah mati bagi dosa,
tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

Demikianlah sabda Tuhan.

MAZMUR TANGGAPAN
Mzm 118:1-2.16ab-17.22-23

Refren: "Alleluya, Alleluya, Alleluya."

*Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!
Kekal abadi kasih setia-Nya.
Biarlah Israel berkata,
"Kekal abadi kasih setia-Nya!"

*Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan,
tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan.
Aku tidak akan mati, tetapi hidup,
dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan.

*Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangungan
telah menjadi batu penjuru.
Hal ini terjadi dari pihak Tuhan,
suatu perbuatan ajaib di mata kita.



Bait Pengantar Injil






Bacaan Injil
Mat 28:1-10

"Ia telah bangkit, dan mendahului kamu ke Galilea."

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Setelah hari Sabat lewat,
menjelang menyingsingnya fajar hari pertama minggu itu,
pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain,
menengok kubur Yesus.
Maka terjadilah gempa bumi yang hebat,
sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit
dan datang ke kubur Yesus
dan menggulingkan batu penutup kubur itu,
lalu duduk di atasnya.
Wajahnya bagaikan kilat,
dan pakaiannya putih bagaikan salju.
Para penjaga kubur itu gemetar ketakutan,
dan menjadi seperti orang-orang mati.
Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu,
"Janganlah kamu takut!
Aku tahu bahwa kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
Ia tidak ada di sini,
sebab Ia telah bangkit seperti yang telah dikatakan-Nya.
Mari, lihatlah tempat Ia dibaringkan.
Maka pergilah segera dan katakanlah kepada murid-murid-Nya,
bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati.
Ia kini mendahului kamu ke Galilea;
di sana kamu akan melihat Dia.
Sesungguhnya, akulah yang telah mengatakannya kepadamu."
Maka mereka segera pergi dari kubur itu,
diliputi rasa takut dan sukacita yang besar.
Mereka berlari cepat-cepat
untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata,
"Salam bagimu!"
Mereka mendekati-Nya, memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
Maka kata Yesus kepada mereka, "Jangan takut!
Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku,
supaya mereka pergi ke Galilea,
dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Demikianlah sabda Tuhan.






Renungan Injil
Pada hari ini, Hari Sabtu Suci, yang menurut tradisi sesungguhnya dimulai sejak tadi malam setelah matahari terbenam sampai nanti sore saat matahari terbenam, kita tidak melaksanakan perayaan Ekaristi, kecuali berdoa dan boleh juga dengan berpuasa. Karena itu hari ini juga disebut sebagai Hari Sabtu Sunyi, ibarat kita ikut hadir di makam Yesus. Bersama-sama Yesus kita turun ke tempat penantian, dan bersama-sama Yesus pula kita akan bangkit.

Inilah satu-satunya hari dalam tahun liturgi ketika Gereja benar-benar "diam". Tidak ada Misa, tidak ada kemeriahan, tidak ada nyanyian kemuliaan. Gereja mengajak kita masuk ke dalam keheningan yang sangat dalam, seolah-olah seluruh dunia menahan napas, menunggu sesuatu yang besar akan terjadi. Sabtu Suci adalah hari penantian, hari antara wafat dan kebangkitan, hari di mana iman kita diuji: apakah kita tetap percaya, walaupun belum melihat kemuliaan kebangkitan?

Nanti sore, setelah matahari terbenam, barulah kita merayakan Vigili Paskah atau Malam Paskah yang diawali dengan Liturgi Cahaya, tanda bahwa terang Kristus akan mengalahkan kegelapan.

Disediakan sembilan bacaan liturgi yang sangat kaya makna. Sebelum Bacaan Pertama dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma [Rom 6:3-11], Gereja menghadirkan tujuh bacaan dari Perjanjian Lama—yang sedapat mungkin dibacakan seluruhnya atau sekurang-kurangnya tiga bacaan, dengan kisah pembebasan dari Mesir sebagai bacaan wajib [Kel 14:15-15:1].

Dari keseluruhan bacaan liturgi pada Malam Paskah ini, kita diajak untuk mengenang kembali tonggak sejarah keselamatan:
1. Tentang penciptaan bumi dan segala isinya, termasuk penciptaan manusia pertama. [Kej 1:1-2:2]
2. Tentang Abraham yang ditetapkan sebagai bapak segala bangsa. [Kej 22:1-18]
3. Tentang pembebasan umat dari Mesir dan dari pembuangan, melalui karya Allah yang membebaskan. [Kel 14:15-15:1], [Yes 54:5-14], [Yes 55:1-11], [Yeh 36:16-17a.18-28], [Bar 3:9-15.32;4:4]
4. Tentang kabar kebangkitan Tuhan. [Mat 28:1-10]

Intisari dari seluruh rangkaian bacaan ini sangat dalam.
Pertama, bahwa Tuhan menciptakan kita sungguh amat baik, menurut gambar dan rupa-Nya. [Kej 1:1-2:2]
Namun kenyataan hidup yang kita alami sekarang sering kali tidak lagi baik, karena dosa—baik dosa asal maupun dosa yang kita sendiri perbuat. Dunia menjadi rusak bukan karena ciptaan Tuhan yang salah, tetapi karena manusia yang menyimpang dari kehendak-Nya.

Kedua, bahwa Allah memberikan kita kehendak bebas.
Ia tidak menciptakan robot, melainkan manusia yang bisa memilih. Kisah Abraham menjadi gambaran yang sangat kuat. [Kej 22:1-18]
Abraham bebas memilih: taat atau menolak.
Dan ia memilih untuk percaya.
Hari ini pun kita memiliki kebebasan yang sama: mau mengikuti Kristus atau mengikuti kehendak dunia.

Ketiga, bahwa Tuhan menghendaki kita hidup sebagai manusia merdeka.
Pembebasan dari Mesir dan dari pembuangan menunjukkan bahwa Allah tidak pernah menghendaki manusia hidup dalam perbudakan.
Refleksi ini menjadi sangat relevan: jangan lagi ada penindasan dalam bentuk apa pun—baik dalam keluarga, dalam pekerjaan, dalam masyarakat.
Jangan ada yang kuat menindas yang lemah.
Karena setiap manusia dipanggil untuk hidup dalam kemerdekaan sebagai anak-anak Allah.

Keempat, bahwa kasih Tuhan kepada manusia itu nyata dan total.
Kasih itu mencapai puncaknya ketika Allah Bapa mengutus Putera-Nya untuk menderita, wafat, dan bangkit bagi kita.
Dan melalui kebangkitan itu, kita tidak hanya diampuni, tetapi juga diundang menjadi manusia baru.

Refleksi untuk kita hari ini sangat jelas.
Sabtu Suci mengajarkan kita untuk berani masuk dalam keheningan.
Dalam hidup kita, sering ada "Sabtu-Sabtu Suci":
saat doa terasa hampa,
saat harapan belum terlihat,
saat Tuhan seolah diam.

Dalam situasi seperti itu, kita sering gelisah, ingin cepat keluar, ingin segera melihat hasil.
Tetapi Sabtu Suci mengajarkan: *tetaplah tinggal dalam iman*.
Karena justru dalam keheningan itulah Tuhan sedang bekerja.

Kita juga diajak untuk berani "mati" terhadap manusia lama:
mati terhadap ego,  mati terhadap dosa, mati terhadap kebiasaan buruk.
Agar ketika Paskah tiba, kita tidak hanya merayakan kebangkitan Yesus,
tetapi sungguh mengalami kebangkitan dalam hidup kita sendiri.
Sabtu Suci bukan akhir.
Ini adalah jeda sebelum kemuliaan.

Dan mungkin hari ini Tuhan mengajak kita bertanya dalam hati:
apakah kita mau setia menunggu bersama Dia,
atau kita justru pergi meninggalkan-Nya sebelum kebangkitan itu terjadi?
Karena mereka yang setia dalam keheningan Sabtu Suci,
akan menjadi saksi sukacita kebangkitan pada Hari Paskah.



Peringatan Orang Kudus
Santo Isidorus dari Sevilla, Uskup dan Pujangga Gereja
Isidorus lahir di Cartagena, Spanyol pada tahun 560. la dikenal sebagai seorang uskup yang tergolong dalam bilangan Pujangga Gereja karena perjuangannya demi kemajuan Gereja, kebudayaan dan pendidikan di Spanyol. Ia dididik di Sevilla oleh Leander, kakaknya sendiri, yang pada waktu itu menjabat sebagai Uskup Sevilla.
Selagi duduk di bangku sekolah, ia tidak mencapai kemajuan berarti dalam berbagai ilmu yang diperolehnya. Walaupun ia belajar dengan penuh semangat, namun hasil yang diperolehnya tidaklah memuaskan. Hal ini menimbulkan kekecewaan besar; ia pun menyerah, putus asa dan tidak mau lagi berjuang. Lalu ia memutuskan untuk pulang saja ke kampung halamannya.
Dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya, ia mendapat suatu pengalaman menarik di sebuah sumber air.  Di sumber air itu, ia melihat sebuah batu besar yang berlubang oleh karena titik-titik air yang menimpanya. "Mengapa batu yang demikian keras dapat ditembusi oleh titik-titik air yang lemah dan tak berdaya itu?" tanyanya dalam hati. Pengalaman ini menumbuhkan suatu kesadaran baru dalam dirinya. "Aku pun harus begitu: bertekun dan berkanjang", katanya dalam hati. Lalu ia memutuskan kembali kepada kakaknya Leander untuk melanjutkan studinya.
Isidorus mendapat pendidikan yang keras di bawah bimbingan kakaknya Leander. Pengalaman di sumber air itu memberinya semangat baru untuk terus tekun belajar dan pantang mundur.  Akhirnya ia memetik hasil yang gemilang. la menjadi seorang yang pintar dan bijaksana.  Sepeninggal kakaknya Leander, ia ditahbiskan menggantikan Leander pada tanggal 13 Maret 619.  Pekerjaan dan rencana-rencana kakaknya untuk memajukan keuskupan Sevilla, terutama mempertobatkan suku Goth Barat yang sesat, diteruskan dan diselesaikan. la pun tegas terhadap semua ajaran sesat yang berkembang di dalam keuskupannya dengan membuat peraturan-peraturan baru.
Selama masa kepemimpinannya sebagai Uskup Sevilla, Isidorus memimpin Konsili Sevilla kedua pada tahun 916 dan Konsili Toledo keempat pada tahun 633.  Pada konsili-konsili ini ia memperjuangkan agar di setiap keuskupan di Spanyol didirikan sebuah Seminari atau Sekolah Katedral.  Selain itu ia berjuang meningkatkan studi kedokteran, hukum, seni, bahasa Yunani dan Hibrani.
Selama 36 tahun ia berkarya mengabdikan dirinya demi kemajuan keuskupan Sevilla. la membangun gereja-gereja, biara-biara, terutama menulis buku-buku ilmiah: ensiklopedi yang diberi judul "Etymologiae" atau "Origins", buku-buku biografi, sejarah dunia mulai dari penciptaan, karya-karya teologi, aturan-aturan biara dan sejarah suku Vandal, Goth dan Suevi.  Selain itu, ia menyelesaikan sebuah karya tulis dari Leander kakaknya, yakni Misale Mozarabik yang ditujukan untuk mempertobatkan suku bangsa Goth.  Buku-buku yang ditulisnya dipakai di seluruh Eropa selama berabad-abad.
Meskipun dia sibuk dengan berbagai tugas, ia selalu menyempatkan diri untuk berdoa, berpuasa dan merenungkan Kitab Suci. Semuanya ini menjadikan dia seorang uskup yang saleh, bijaksana dan rendah hati. Seluruh umat sangat senang dengan dia karena kasih sayangnya kepada mereka. la meninggal pada tahun 636. Kemudian pada tahun 1598 digelari 'kudus' dan tahun 1722 digelari sebagai Pujangga Gereja.


Santo Benediktus Moor, Biarawan
Benediktus Moor lahir di sebuah desa kecil dekat Messina, Sisilia, pada tahun 1526. la adalah orang Negro pertama yang digelari 'kudus' oleh Gereja. la disebut juga Benediktus Hitam, karena warna kulitnya yang hitam pekat. Orangtuanya adalah budak belian asal Etiopia yang bekerja pada seorang orang kaya di Sisilia. Karena kesalehan hidup mereka, sang majikan memberikan status merdeka pada Benediktus.
Oleh orangtuanya yang saleh itu, Benediktus mendapat pendidikan yang baik terutama dalam hal-hal menyangkut penghayatan iman Kristen. la berkembang menjadi orang Kristen yang saleh. Seorang imam Fransiskan yang menyaksikan cara hidup Benediktus segera mengajaknya untuk masuk Ordo Fransiskan. Benediktus menyambut baik ajakan ini. la menjadi seorang bruder dan bekerja sebagai juru masak di biara Santa Maria di Palermo. Kesalehan hidupnya membawanya ke jenjang pimpinm biara, kendatipun ia tidak tahu menulis dan membaca. Dalam kepemimpinannya, ia berhasil menciptakan suatu suasana yang baru dalam biaranya.
Banyak orang datang meminta nasehat dan bimbingan rohani padanya  Ia dianugerahi kemampuan untuk menerangkan masalah-masalah doktrinal dan rohani. la meninggal pada tahun 1589.


Santo Platon, Pengaku Iman
Platon lahir pada tahun 735. Ia menjadi Abbas di sebuah biara di gunung Olympos, Yunani dan berhasil memperbaharui semangat hidup rohani dalam biara itu. Pada usia senjanya, ia meletakkan jabatannya dan  menjadi seorang pertapa dengan cara hidup yang sangat keras. Ia diasingkan karena melancarkan perlawanan terhadap kaisar yang terus ­menerus melakukan kawin cerai.




https://liturgia-verbi.blogspot.com/


Liturgia Verbi 2026-04-03 Jumat.

Liturgia Verbi (A-II)
Hari Jumat Agung

Jumat, 3 April 2026



Bacaan Pertama
Yes 52:13-53:12

"Ia ditikam karena kejahatan kita."

Pembacaan dari Kitab Yesaya:

Beginilah firman Tuhan,
"Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil!
Ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan!
Seperti banyak orang tertegun melihat dia
 -- rupanya begitu buruk, tidak seperti manusia lagi,
     dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi, --
demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa,
dan raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia!
Sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka
akan mereka lihat,
dan yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.
Maka mereka berkata:
Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar,
kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?
Sebagai taruk Hamba Yahwe tumbuh di hadapan Tuhan,
dan sebagai tunas ia muncul dari tanah kering.

Ia dihina dan dihindari orang,
seorang yang penuh kesengsaraan,
dan biasa menderita kesakitan;
ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia,
dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.
Ia tidak tampan, dan semarak pun tidak ada padanya,
sehingga kita tidak tertarik untuk memandang dia;
dan rupanya pun tidak menarik,
sehingga kita tidak terangsang untuk menginginkannya.

Tetapi sesungguhnya,
penyakit kitalah yang ditanggungnya,
dan kesengsaraan kitalah yang dipikulnya,
padahal kita mengira dia kena tulah,
dipukul dan ditindas Allah.
Sesungguhnya dia tertikam oleh karena pemberontakan kita,
dia diremukkan oleh karena kejahatan kita;
derita yang mendatangkan keselamatan bagi kita
ditimpakan kepadanya,
dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
Kita sekalian sesat seperti domba,
masing-masing mengambil jalan sendiri!
Tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas,
dan tidak membuka mulutnya
seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian;
seperti induk domba
yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya,
ia tidak membuka mulutnya.
Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil,
dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya?
Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup,
dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.
Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik,
dan waktu mati ia ada di antara penjahat-penjahat,
sekalipun ia tidak berbuat kekerasan,
dan tipu tidak ada dalam mulutnya.

Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan,
dan apabila ia menyerahkan dirinya sebagai kurban silih,
ia akan melihat keturunannya,
umurnya akan lanjut,
dan kehendak Tuhan akan terlaksana karena dia.
Sesudah kesusahan jiwanya,
ia akan melihat terang dan menjadi puas.
Sebab Tuhan berfirman,
Hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar,
akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya,
dan kejahatan mereka dia pikul.
Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya
orang-orang besar sebagai rampasan,
dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan.
Ini semua sebagai ganti
karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut
dan karena ia terhitung di antara pemberontak,
sekalipun ia menanggung dosa banyak orang,
dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

Demikianlah sabda Tuhan.



Mazmur Tanggapan
Mzm 31:2.6.12-13.15-16.17.25,R:Luk 23:46

Refren: Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.

*Pada-Mu, Tuhan, aku berlindung,
janganlah sekali-kali aku mendapat malu.
Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu,
ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku;
sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia.

*Di hadapan semua lawanku aku tercela,
tetangga-tetanggaku merasa jijik,
para kenalanku merasa ngeri;
Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati,
telah menjadi seperti barang yang pecah.

*Tetapi aku, kepada-Mu, ya Tuhan, aku percaya,
aku berkata: "Engkaulah Allahku!"
Masa hidupku ada dalam tangan-Mu,
lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku
dan bebaskan dari orang-orang yang mengejar aku!

*Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu,
selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!
Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu,
hai semua orang yang berharap kepada Tuhan!



Bacaan Kedua
Ibr 4:14-16;5:7-9

"Ia telah belajar menjadi taat,
dan menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang
yang taat kepada-Nya."

Pembacaan dari Surat Kepada Orang Ibrani:

Saudara-saudara,
kita sekarang mempunyai Imam Agung,
yang telah melintasi semua langit,
yaitu Yesus, Anak Allah.
Maka baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
Sebab Imam Agung yang kita punya,
bukanlah imam Agung yang tidak dapat turut merasakan kelemahan kita!
Sebaliknya Ia sama dengan kita!
Ia telah dicobai, hanya saja tidak berbuat dosa.
Sebab itu marilah kita menghampiri takhta kerahiman Allah
dengan penuh keberanian,
supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia
untuk mendapat pertolongan pada waktunya.

Dalam hidup-Nya sebagai manusia,
Yesus telah mempersembahkan doa dan permohonan
dengan ratap tangis dan keluhan
kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut;
dan karena kesalehan-Nya, Ia telah didengarkan.
Akan tetapi sekalipun Anak, Ia telah belajar menjadi taat;
ini ternyata dari apa yang telah diderita-Nya!
Dan sesudah mencapai kesempurnaan,
Ia menjadi pokok keselamatan abadi
bagi semua orang yang taat kepada-Nya.

Demikianlah sabda Tuhan.



Bait Pengantar Injil
Flp 2:8-9

Kristus sudah taat bagi kita;
Ia taat sampai mati, bahkan sampai mati di salib.
Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia
dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama.



Bacaan Injil
Yoh 18:1-19:42

"Mengenang Sengsara Tuhan."

Inilah Kisah Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus
menurut Yohanes:

Seusai perjamuan Paskah,
keluarlah Yesus dari ruang perjamuan
bersama-sama dengan murid-murid-Nya,
dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron.
Di situ ada suatu taman.
Yesus masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
Yudas yang mengkhianati Yesus tahu juga tempat itu,
karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya.
Maka datanglah juga Yudas ke situ
bersama sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah
yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi.
Mereka datang  lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.
Yesus tahu semua yang akan menimpa diri-Nya.
Maka Ia maju ke depan dan berkata kepada mereka,
"Siapakah yang kamu cari?"
Jawab mereka, "Yesus dari Nazaret!"
Kata Yesus kepada mereka, "Akulah Dia."
Yudas yang mengkhianati Yesus
berdiri juga di situ bersama-sama mereka.
Ketika Yesus berkata kepada mereka 'Akulah Dia',
mundurlah mereka, dan jatuh ke tanah.
Maka Yesus bertanya pula, "Siapakah yang kamu cari?"
Jawab mereka, "Yesus dari Nazaret!"
Jawab Yesus, "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia.
Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi."
Demikian terjadi
supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya:
   Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku,
   tidak seorang pun yang Kubiarkan hilang.

Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu,
dan menetakkannya kepada hamba Imam Agung
dan memutuskan telinga kanannya.
Nama hamba itu Malkhus.
Kata Yesus kepada Petrus,
"Sarungkanlah pedangmu itu!
Bukankah Aku harus minum cawan
yang diberikan Bapa kepada-Ku?"

Maka para prajurit serta perwiranya,
dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu
menangkap Yesus dan membelenggu Dia.
Lalu mereka membawa Yesus mula-mula kepada Hanas,
karena Hanas adalah mertua Kayafas,
yang pada tahun itu menjadi Imam Agung;
dan Kayafaslah yang telah menasihatkan kepada orang-orang Yahudi:
   Adalah lebih berguna
   jika satu orang mati untuk seluruh bangsa.

Simon Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus.
Murid itu mengenal Imam Agung,
dan ia masuk ke halaman istana Imam Agung itu.
Tetapi Petrus tinggal di luar dekat pintu.
Maka murid lain tadi, yang mengenal Imam Agung,
kembali ke luar,
bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu,
lalu membawa Petrus masuk.
Maka kata perempuan penjaga pintu kepada Petrus,
"Bukankah engkau juga murid orang itu?"
Jawab Petrus, "Bukan!"
Sementara itu
hamba-hamba dan penjaga-penjaga Bait Allah telah memasang api arang,
sebab hawa dingin waktu itu,
dan mereka berdiri berdiang di situ.
Petrus pun berdiri berdiang bersama-sama dengan mereka.
Maka mulailah Imam Agung menanyai Yesus
tentang para murid dan tentang ajaran-Nya.
Jawab Yesus kepadanya,
"Aku berbicara terus terang kepada dunia!
Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah
tempat semua orang Yahudi berkumpul,
Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi.
Mengapakah engkau menanyai Aku?
Tanyailah mereka,
yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka;
sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan."
Ketika Yesus berkata demikian,
seorang penjaga yang berdiri di situ menampar muka Yesus
sambil berkata, "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Agung?"
Jawab Yesus kepadanya,
"Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya,
tetapi jikalau benar, mengapakah engkau menampar Aku?"

Lalu Hanas mengirim Yesus terbelenggu kepada Kayafas,
Imam Agung.
Simon Petrus masih berdiri berdiang.
Kata orang-orang di situ kepadanya,
"Bukankah engkau juga seorang murid Yesus?"
Petrus menyangkalnya, katanya, "Bukan!"
Salah seorang hamba Imam Agung,
keluarga dari hamba yang telinganya dipotong Petrus,
berkata kepadanya, "Bukankah engkau kulihat di taman itu
bersama-sama dengan Yesus?"
Maka Petrus menyangkal lagi
dan ketika itu berkokoklah ayam.

Keesokan harinya
mereka membawa Yesus dari istana Kayafas ke gedung pengadilan.
Ketika itu hari masih pagi.
Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu,
supaya jangan menajiskan diri,
sebab mereka hendak makan Paskah.
Sebab itu Pilatus keluar mendapatkan mereka dan berkata,
"Apakah tuduhan kamu terhadap orang ini?"
Jawab mereka kepadanya,
"Jikalau Ia bukan penjahat,
kami tidak menyerahkan-Nya kepadamu!"
Kata Pilatus kepada mereka,
"Ambillah Dia, dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu!"
Kata orang-orang Yahudi itu,
"Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang."
Demikian terjadi
supaya genaplah firman Yesus
yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Ia akan mati.

Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan,
lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya,
"Engkau inikah raja orang Yahudi?"
Jawab Yesus,
"Dari hatimu sendirikah engkau katakan hal itu?
atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?"
Kata Pilatus, "Orang Yahudikah aku?
Bangsamu sendiri dan imam-imam kepala
telah menyerahkan Engkau kepadaku,
apakah yang telah Engkau perbuat?"
Jawab Yesus, "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini!
Jika Kerajaan-Ku dari dunia ini,
pasti hamba-hamba-Ku sudah melawan,
supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi.
Akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini!"
Maka kata Pilatus kepada-Nya,
"Jadi Engkau adalah raja."
Jawab Yesus, "Seperti yang kaukatakan, Aku adalah raja!
Untuk itulah Aku lahir, dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini,
yakni untuk memberi kesaksian tentang kebenaran;
setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku."
Kata Pilatus kepada-Nya, "Apakah kebenaran itu?"

Sesudah mengatakan demikian,
Pilatus keluar lagi mendapatkan orang-orang Yahudi,
dan berkata kepada mereka,
"Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.
Tetapi padamu ada kebiasaan,
bahwa pada hari raya Paskah aku membebaskan seorang bagimu.
Maukah kamu,
supaya aku membebaskan raja orang Yahudi ini bagimu?"
Mereka pun berteriak,
"Jangan Dia, melainkan Barabas!"
Barabas adalah seorang penyamun.

Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.
Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri,
dan menaruhnya di atas kepala Yesus.
Mereka mengenakan jubah ungu pada-Nya,
dan sambil maju ke depan mereka berkata,
"Salam, hai raja orang Yahudi!"
Lalu mereka menampar wajah Yesus.

Pilatus keluar lagi dan berkata kepada Orang-orang Yahudi,
"Lihatlah aku membawa Dia ke luar kepada kamu,
supaya kamu tahu
bahwa aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya."
Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu.
Maka kata Pilatus kepada mereka,
"Lihatlah Manusia ini!"
Ketika para imam kepala dan penjaga-penjaga itu melihat Yesus,
berteriaklah mereka, "Salibkan Dia, salibkan Dia!"
Kata Pilatus kepada mereka,
"Ambil saja sendiri dan salibkanlah Dia!
Sebab aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya."
Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya,
"Kami mempunyai hukum, dan menurut hukum itu Ia harus mati,
sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah."

Ketika Pilatus mendengar perkataan itu bertambah takutlah ia.
lalu ia masuk pula ke dalam gedung pengadilan,
dan berkata kepada Yesus, "Dari manakah asal-Mu?"
Tetapi Yesus tidak memberi jawab kepadanya.
Maka kata Pilatus, "Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku?
Tidakkah Engkau tahu
bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau,
dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?"
Yesus menjawab,
"Engkau tidak mempunyai kuasa apa pun terhadap Aku,
jikalau kuasa itu tidak diberikan dari atas.
Sebab itu,
dia yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya."
Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Yesus,
tetapi orang-orang Yahudi berteriak,
"Jikalau engkau membebaskan Dia,
engkau bukanlah sahabat Kaisar.
Setiap orang yang menganggap diri raja, melawan Kaisar."

Ketika mendengar perkataan itu,
Pillatus menyuruh Yesus ke luar.
Lalu ia duduk di kursi pengadilan,
di tempat yang bernama Litostrotos,
dalam bahasa Ibrani: Gabata.
Hari itu ialah hari persiapan Paskah,
kira-kira jam dua belas.
Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu,
"Inilah rajamu!"
Maka berteriaklah mereka,
"Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!"
Kata Pilatus kepada mereka,
"Haruskah aku menyalibkan rajamu?"
Jawab imam-imam kepala,
"Kami tidak mempunyai raja selain Kaisar!"
Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka
untuk disalibkan.
Dan mereka menerima Yesus.

Sambil memikul salib-Nya, Yesus dibawa ke luar kota,
ke tempat yang bernama Tengkorak, dalam
bahasa Ibrani: Golgota.
Di situ Yesus disalibkan,
dan bersama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain,
sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah.
Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu,
bunyinya: Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.
Banyak orang Yahudi membaca tulisan itu,
sebab tempat Yesus disalibkan itu letaknya dekat kota,
dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, Latin dan bahasa Yunani.
Maka kata imam-imam kepala kepada Pilatus,
"Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi,
tetapi: Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi."
Jawab Pilatus, "Apa yang kutulis, tetap tertulis!"

Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus,
mereka mengambil pakaian Yesus,
lalu membaginya menjadi empat bagian,
masing-masing prajurit satu bagian.
Jubah Yesus pun mereka ambil.
Tetapi jubah itu tidak berjahit,
dari atas ke bawah merupakan satu tenunan utuh.
Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain,
"Janganlah kita membagi jubah ini menjadi beberapa potong,
tetapi baiklah kita membuang undi
untuk menentukan siapa yang akan mendapatnya."
Demikianlah terjadi
supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci:
   Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka,
   dan membuang undi atas jubah-Ku.
Hal itu telah dilakukan oleh prajurit-prajurit itu.

Di dekat salib Yesus berdirilah ibu Yesus dan saudara ibu-Nya,
Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
Ketika Yesus melihat ibu-Nya
dan murid yang Ia kasihi di sampingnya,
berkatalah Ia kepada ibu-Nya,
"Ibu, inilah anakmu!"
dan kemudian kata-Nya kepada murid itu,
"Inilah ibumu!"
Dan sejak saat itu
murid itu menerima Maria di dalam rumahnya.

Sesudah itu, karena Yesus tahu
bahwa segala sesuatu telah selesai,
berkatalah Ia
-- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci, --
"Aku haus!"

Di situ ada suatu buli-buli penuh anggur asam.
Maka mereka mencucukkan bunga karang pada sebatang hisop,
mencelupkannya dalam anggur asam itu,
lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
Sesudah meminum anggur asam itu,
berkatalah Yesus, "Sudahlah selesai!"
Lalu Yesus menundukkan kepala dan menyerahkan nyawa-Nya.

(semua hening sejenak menerungkan wafat Tuhan)

Karena hari itu adalah hari persiapan Paskah,
dan supaya pada hari Sabat
mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib
-- sebab Sabat itu adalah hari yang besar --
maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus
dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan,
dan mayat-mayatnya diturunkan.
Maka datanglah prajurit-prajurit,
lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain
yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus.
Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus
dan melihat bahwa Ia telah mati,
mereka tidak mematahkan kaki-Nya.
Tetapi seorang dari antara prajurit itu
menikam lambung Yesus dengan tombak,
dan segera mengalirlah darah serta air ke luar.
Dan orang yang melihat sendiri hal itu
yang memberi kesaksian ini, dan benarlah kesaksiannya.
Dan ia tahu bahwa ia mengatakan kebenaran,
supaya kamu juga percaya.
Sebab hal itu terjadi,
supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci:
   Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan;
dan nas lain yang mengatakan:
   Mereka akan memandang Dia yang telah mereka tikam.

Sesudah itu Yusuf dari Arimatea,
(Yusuf ini adalah seorang murid Yesus,
tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi)
meminta kepada Pilatus,
supaya ia diperbolehkan menurunkan jenazah Yesus.
Pilatus meluluskan permintaan Yusuf.
Maka datanglah Yusuf dan menurunkan jenazah Yesus
Juga Nikodemus datang ke situ.
Dialah yang dulu datang malam-malam kepada Yesus.
Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu,
kira-kira lima puluh kati beratnya.
Mereka mengambil jenazah Yesus,
mengapaninya dengan kain lenan
dan membubuhinya dengan rempah-rempah
menurut adat pemakaman orang Yahudi.
Di dekat tempat Yesus disalibkan itu ada suatu taman,
dan dalam taman itu ada suatu kubur baru
yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang.
Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi,
sedang kubur itu tidak jauh letaknya,
maka mereka meletakkan jenazah Yesus di situ.

Demikianlah sabda Tuhan.



Renungan Injil
Hari ini kita berhenti sejenak…
bukan untuk sekadar mengenang sebuah peristiwa,
tetapi untuk masuk ke dalam misteri terdalam iman kita:
*Mengenang Sengsara Tuhan.*

Sengsara yang dialami oleh Yesus bukan hanya penderitaan fisik.
Ia dimulai sejak taman Getsemani, ketika Ia bergumul dalam doa, merasakan ketakutan dan tekanan yang begitu berat.
Ia dikhianati oleh orang yang dekat dengan-Nya.
Ia ditangkap seperti penjahat.
Ia diadili dengan tidak adil.
Ia dihina, diludahi, dicambuk, dimahkotai duri.
Ia dipaksa memikul salib-Nya sendiri.
Dan akhirnya, Ia disalibkan—perlahan-lahan mati dalam penderitaan yang sangat menyakitkan.

Namun yang paling dalam bukanlah luka di tubuh-Nya,
melainkan beban dosa manusia yang Ia tanggung.
Seperti yang dinubuatkan dalam Kitab Yesaya:
"Ia tertikam oleh karena pemberontakan kita, diremukkan oleh karena kejahatan kita" [Yes 53:5].

Lalu, mengapa kita mesti mengenangnya setiap tahun?
Apakah sekadar karena Yesus berkata dalam Perjamuan Terakhir,
"Kenangkanlah Aku"?
Ya, itu benar.
Tetapi mengenang di sini bukan sekadar *mengingat*,
melainkan *menghadirkan kembali* dalam hati dan hidup kita.

Kita mengenang supaya kita tidak lupa…
betapa besar kasih Tuhan kepada kita.
Kita mengenang supaya hati kita tidak menjadi tumpul…
bahwa dosa itu nyata dan membawa penderitaan.
Kita mengenang supaya kita diubah…
bahwa kasih sejati selalu menuntut pengorbanan.
Kalau setiap tahun kita mengenang,
itu bukan karena Tuhan membutuhkan peringatan,
tetapi karena *kita* yang mudah lupa.

Lalu, bagaimana cara kita mengenang sengsara Tuhan di zaman sekarang?
Apakah cukup dengan berpuasa dan berpantang?
Puasa dan pantang itu penting.
Tetapi itu hanyalah *tanda*, bukan tujuan akhir.
Mengenang sengsara Tuhan berarti:
– berani memikul salib dalam hidup kita sendiri, tanpa lari
– belajar mengampuni, bahkan ketika disakiti
– tetap setia melakukan yang benar, meskipun harus menderita
– tidak membalas kejahatan dengan kejahatan
Seperti Yesus yang tetap mengasihi sampai akhir.

Mungkin bentuknya sederhana:
menahan ego dalam keluarga,
bersabar dalam pekerjaan,
jujur saat ada kesempatan untuk curang,
atau tetap berbuat baik kepada orang yang tidak menghargai kita.
Di situlah sengsara Tuhan menjadi hidup kembali—
bukan di altar saja, tetapi dalam kehidupan kita sehari-hari.
Dan ada satu hal lagi yang penting untuk kita renungkan hari ini:
Seringkali kita melihat sengsara Yesus sebagai kisah sedih.
Padahal, di dalam sengsara itu tersembunyi kemenangan.
Penulis Surat kepada orang Ibrani mengatakan bahwa Yesus
"telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya" [Ibr 5:8].
Artinya, penderitaan bukan akhir,
tetapi jalan menuju ketaatan dan keselamatan.
Maka ketika kita mengenang sengsara Tuhan,
kita juga sedang belajar melihat penderitaan hidup kita dengan cara yang baru—
bukan sebagai hukuman,
tetapi sebagai kesempatan untuk semakin dekat dengan Tuhan.

Hari ini, Jumat Agung,
kita tidak hanya diajak untuk terharu…
tetapi untuk berubah.
Karena pada akhirnya,
pertanyaannya bukan:
"Seberapa kita mengingat sengsara Tuhan?"
tetapi:
*Seberapa sengsara Tuhan itu mengubah hidup kita?*



Peringatan Orang Kudus
Santo Richard dari Chichester, Uskup dan Pengaku Iman
Richard lahir di Wych (sekarang: Droitwich), Inggris pada tahun 1197.  Orang-tuanya tergolong bangsawan yang kaya-raya. Sepeninggal ayah-ibunya Richard bersama kakaknya mulai jatuh miskin. Kemiskinan ini menyebabkan Richard masuk Universitas Oxford sebagai seorang mahasiswa yang miskin. la mengalami banyak hambatan terutama dalam soal keuangan. Kendatipun demikian, ia berhasil meraih gelar Master di Universitas Oxford. Setelah itu ia melanjutkan lagi studinya di Universitas Paris dan Bologna, hingga meraih gelar doktor dalam bidang hukum kanon.
Pada tahun 1235 ia ditunjuk menjadi Rektor Universitas Oxford, tetapi tak lama kemudian ia meletakkan jabatan ini dan menjadi penasehat Santo Edmundus Rich, Uskup Agung Canterbury. Pada waktu Edmund meninggal dunia pada tahun 1240 di Soissy, dekat Provins, Prancis, Richard sedang menyiapkan diri untuk menerima tahbisan imamatnya. la ditahbiskan di Orleans, Prancis pada tahun 1243, lalu kembali ke Inggris untuk bekerja sebagai pastor paroki.  Namun, di Inggris ia ditugaskan kembali sebagai penasehat Bonifasius dari Savoy, Uskup Agung Canterbury pengganti Edmund.
Pada tahun 1244, Richard dipilih oleh Bonifasius menjadi Uskup Chischester untuk menggantikan Uskup Ralph Neville yang meninggal pada tahun itu. Penunjukkan ini menimbulkan pertikaian antara Bonifasius dan Raja Henry III. Raja tidak menyetujui pengangkatan Richard, karena ia lebih suka pada Robert Passelew yang dipilih oleh banyak imam untuk menduduki takhta keuskupan Chichester menggantikan Ralph Neville. Bonifasius menolak memberi pengesahan atas Robert Passelew dan tetap mendukung Richard sebagai Uskup Chichester. Raja menjatuhkan hukuman kepada para pemimpin dioses dan menolak mengesahkan penunjukkan atas diri Richard. Pada tahun 1245 - sementara pertikaian itu terus berlanjut- Bonifasius dengan dukungan kuat dari Sri Paus di Roma menahbiskan Richard menjadi Uskup Chichester di Lyons, Prancis.
Raja Henry III tidak mengakui otoritas Paus dalam masalah ini dan tidak tunduk kepada pimpinan dioses. Henry menyita seluruh kekayaan Gereja dan penghasilan keuskupan. Tindakan ini membuat Richard tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik hingga hukuman ekskomunikasi dijatuhkan atas diri Henry pada tahun 1246.
Richard seorang uskup yang sederhana dan banyak melakukan perbuatan-perbuatan amal. Dengan cinta yang tulus ia aktif melayani orang-orang sakit dan miskin. Demi kehidupan orang-orang ini ia rela menjual harta miliknya. la ramah terhadap imam-imamnya dan berusaha sekuat tenaga untuk meningkatkan pendidikan dan pembinaan hidup rohani mereka. Dengan semangat ini ia berhasil memenangkan kesetiaan imam-imam dan seluruh umat, sekalipun ia menggalakkan suatu program yang tegas.  la juga melakukan banyak hal untuk membaharui liturgi Gereja dan menuntut imam-imamnya untuk merayakan upacara-upacara gerejani dengan kewibawaan yang tinggi dan dalam keadaan berahmat. Setelah menjalani suatu kehidupan yang keras dengan berbagai usaha untuk memajukan keuskupannya, Richard meninggal dunia di Dover pada tahun 1235 ketika sedang berkotbah untuk mendorong umat melancarkan suatu perang salib baru terhadap bangsa Sarasin.


Santo Yosef, Martir
Yosef hidup antara tahun 816-886. la mengungsi ketika daerahnya digempur oleh orang Islam. la kemudian ditangkap oleh bajak laut dan dijual sebagai budak belian. Setelah ditebus ia mengikuti temannya, Uskup Ignasios dari Konstantinopel, ke dalam pembuangan. Di pengasingan inilah ia menyusun kidung-kidung gerejani yang indah sekali, sehingga la dijuluki 'Yosef Hymnograph'.


Santo Sixtus I, Paus dan Martir
Pria berdarah Romawi ini dipilih menjadi paus menggantikan Paus Aleksander II (105-115) pada tahun 115. la memimpin Gereja Kristus selama 10 tahun sampai pada tahun 125. Namanya tercantum di dalam buku Para Martir Roma.
Beberapa peraturan, konon dihubungkan dengan beliau sebagai pembuatnya, antara lain: hanya para imam pelayan sakramen saja yang diperbolehkan menyentuh bejana-bejana kudus; para imam hendaknya mendaraskan Sanctus dalam perayaan Misa Kudus bersama-sama dengan umat, dan uskup-uskup yang dipanggil ke Roma hendaknya memperkenalkan dan menyebarluaskan surat-surat apostolik yang diterimanya dl Roma setelah mereka kembali ke keuskupannya masing-masing.




https://liturgia-verbi.blogspot.com/