Liturgia Verbi 2015-04-06 Senin.




Senin Dalam Oktaf Paskah
06 April 2015



Bacaan Pertama
Kis 2:14.22-32

"Yesus inilah yang dibangkitkan Allah,
dan tentang hal itu kami semua adalah saksi."

Pembacaan dari Kisah Para Rasul:

Pada hari Pentakosta,
bangkitlah Petrus berdiri bersama kesebelas rasul.
Dengan suara nyaring ia berkata kepada orang banyak, "
Hai kamu orang Yahudi
dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem,
ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini:

Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret,
seorang yang telah ditentukan Allah
dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan,
mujizat dan tanda-tanda
yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia
di tengah-tengah kamu,
seperti yang kamu tahu.
Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya,
telah kamu salibkan dan kamu bunuh
dengan tangan bangsa-bangsa durhaka.
Tetapi Allah membangkitkan Dia
dengan melepaskan-Nya dari sengsara maut,
karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.

Sebab Daud berkata tentang Dia:
Aku senantiasa memandang kepada Tuhan.
Karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak,
bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram.
Sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati,
dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan;
Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.
Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang
kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita.
Ia telah mati dan dikubur,
dan kuburnya masih ada pada kita sampai hari ini.
Tetapi ia adalah seorang nabi,
dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya
dengan mengangkat sumpah,
bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri
di atas takhtanya.
Karena itu Daud telah melihat ke depan
dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias,
ketika ia mengatakan,
bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati,
dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.
Yesus inilah yang dibangkitkan Allah,
dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.

Demikianlah sabda Tuhan.



Mazmur Tanggapan
Mzm 16:1-2a.5.7-8.9-10.11,R:1

Refren: Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.

*Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.
Aku berkata kepada Tuhan, "Engkaulah Tuhanku,
Engkaulah bagian warisanku dan pialaku,
Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian
yang diundikan kepadaku."

*Aku memuji Tuhan, yang telah memberi nasihat kepadaku,
pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku.
Aku senantiasa memandang kepada Tuhan;
karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

*Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak,
dan tubuhku akan diam dengan tenteram;
sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati,
dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

*Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan;
di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah,
di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.



Bait Pengantar Injil
Mzm 118:24

Inilah hari yang dijadikan Tuhan,
marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya.



Bacaan Injil
Mat 28:8-15

"Katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea,
dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada waktu itu
perempuan-perempuan pergi dari kubur,
diliputi rasa takut dan sukacita yang besar.
Mereka berlari cepat-cepat
untuk memberitahukan kepada para murid
bahwa Yesus telah bangkit.

Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata,
"Salam bagimu."
Mereka mendekati-Nya, memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
Maka kata Yesus kepada mereka, "Jangan takut!
Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku,
supaya mereka pergi ke Galilea,
dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Ketika mereka masih di tengah jalan,
datanglah beberapa orang dari penjaga makam Yesus ke kota
dan memberitahukan segala yang terjadi itu
kepada imam-imam kepala.
Dan sesudah berunding dengan tua-tua,
mereka mengambil keputusan,
lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu
dan berkata,
"Kamu harus mengatakan,
bahwa murid-murid Yesus Nya datang malam-malam
dan mencuri jenazah-Nya ketika kamu sedang tidur.
Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri,
kami akan berbicara dengan dia,
sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."

Mereka menerima uang itu
dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka.
Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi
sampai sekarang ini.

Demikianlah sabda Tuhan.



Renungan Injil
Yesus bangkit dari alam maut.
Ini jelas membuat gempar orang, ada yang percaya dan ada juga yang tidak percaya.
Secara logika yang lumrah, mana bisa orang yang sudah meninggal dunia itu hidup lagi?
Artinya, lebih banyak yang tidak percaya ketimbang yang percaya.
Rasul Tomas adalah salah satunya.
Apalagi para serdadu yang bertugas menjaga makam Yesus memberikan saksi dusta, tidak mengatakan yang sebenarnya, demi sejumlah besar uang.
Para imam kepala berusaha keras untuk membantah fakta bahwa Yesus telah bangkit daripada mesti mengakui bahwa mereka telah salah menilai Yesus.

Yudas Iskariot "menjual" Yesus demi uang, tapi kemudian bertobat dan mengakhiri hidupnya dengan tragis.
Para penjaga makam itu juga "menjual" Yesus dengan saksi-dusta mereka, tetapi tak jelas apakah kemudian mereka menyesali lalu bertobat.
Para imam kepala itu juga tak jelas, apakah belakangan mereka menyesal lalu bertobat atau tetap bersikukuh dengan pendirian mereka.

Memang tidak mudah untuk menyangkal diri sendiri.
Para penjaga makam itu contohnya.
Mereka dalam situasi dilematis, di satu sisi mereka mesti mengatakan kebenaran tetapi mesti siap menghadapi resiko karena melawan perintah atasan, atau di sisi lain, mereka menuruti perintah atasannya dan mendapat uang banyak pula, tetapi mereka menjauh dari Kerajaan Surga.

Dalam situasi dilematis, menyangkal diri adalah pekerjaan besar, memerlukan upaya besar untuk bisa menghindari penyangkalan diri itu.
Jauh lebih mudah bagi kita untuk menemukan pembenaran atas penyangkalan diri itu.
"Apa boleh buat...", "Saya terpaksa melakukan…", "Sesungguhnya saya tidak bermaksud…" dan sebagainya, mudah untuk kita cetuskan dalam penyangkalan diri kita.

Tengoklah para wanita yang datang ke makam Yesus.
Mereka datang dan tidak menjumpai Yesus karena Yesus telah bangkit.
Yesus pun menampakkan diri kepada mereka.
Mereka penuh sukacita, lalu bergegas memberitahukan para murid Yesus tentang kabar sukacita itu.
Mereka tak sampai memikirkan resiko akibat pernyataan mereka itu.
Bisa jadi saja mereka akan ditangkap karena menyebarkan berita bohong, padahal beritanya itu beneran.
Bisa jadi saja orang-orang tak percaya dengan berita mereka itu, menganggap mereka "lebay" atau mengarang-ngarang cerita.

Entah karena mereka siap dengan berbagai resiko yang mungkin timbul, ataukah karena mereka tidak menyadari dan tidak memikirkan segala resiko itu, mereka spontan berlari untuk mengabarkan berita sukacita itu.
Yang jelas, dan menjadi kunci dalam perkara ini, mereka berfokus kepada Yesus Kristus, tidak kepada diri mereka sendiri.
Ini sangat memudahkan mereka untuk lolos dari penyangkalan diri.
Jika kita mengasihi orang lain, maka seringkali kita tidak lagi memikirkan diri sendiri melainkan berfokus kepada orang yang kita kasihi itu.

Marilah kita pergi ke Galilea bersama para murid Yesus, karena di sana kita akan berjumpa dengan Yesus.
Buang jauh-jauh rasa bimbang, takut, apalagi tidak percaya.
Allah Bapa di Surga menghendaki agar Yesus Kristus, Putera Tunggal-Nya itu, dimuliakan di Surga dan juga di atas bumi.
Mari kita muliakan Kristus.



Peringatan Orang Kudus
Santo Selestinus, Paus dan Pengaku Iman
Selestinus dipilih menjadi paus pada tahun 422 dan memimpin Gereja Kristus selama 10 tahun. Penganiayaan terhadap orang-orang Kristen tidak membawa akibat yang fatal. Gereja bisa dikatakan menang terhadap penganiayaan itu. Meskipun demikian, di dalam tubuh Gereja sendiri terjadi perpecahan karena adanya ajaran sesat dari Nestorius yang mengajarkan bahwa Maria bukanlah Bunda Allah.
Untuk mempertahankan ajaran Gereja yang benar tentang Maria, Selestinus mengundang Konsili di Efesus untuk mengutuk ajaran sesat Nestorius itu. Gereja tetap mengakui Maria sebagai Bunda Allah, karena Yesus yang dikandung dan dilahirkannya adalah sungguh Putera Allah. Ajaran sesat lain yang tersebar saat itu ialah keraguan tentang perlunya rahmat untuk mencapai keselamatan. Ajaran-ajaran sesat ini dikecam oleh Selestinus bersama pimpinan Gereja lainnya. Selestinus meninggal dunia pada tahun 432.

Santa Kresensia Hoess, Pengaku Iman
Kresensia hidup antara tahun 1682-1744. Gadis miskin ini diterima dalam biara, karena desakan Walikota Kaufbeuren, Jerman yang Protestan. Pembesarnya sangat jengkel, kejam dan tidak adil terhadap suster muda ini, walaupun Kresensia sangat sabar dan taat. Ia menerima banyak rahmat khusus sesudah menjalani aneka godaan. Ketika menjadi pembesar ia memperbaharui seluruh biara.

Santo Notker “Penggagap”, Pengaku Iman
Orang kudus ini disebut 'penggagap' karena tidak mampu berucap dengar jelas dan lancar. Meskipun hampir tidak mampu mengucapkan kata-kata dengan jelas, namun dia adalah murid terpandai di biara St. Gallen, Swiss. Banyak orang termasuk teman-teman kelasnya mengejek dia karena kekurangannya itu. Namun ia tidak merasa terhina sebaliknya hal itu menjadi cambuk baginya untuk memusatkan perhatiannya pada belajar dan membantu orang sakit. Notker yang tekun berdoa ini sanggup menyanyi dengan bagus sehingga menjadi guru dirigen koral yang termashyur. Ia menggubah berbagai syair dan lagu Gerejani yang indah, misalnya "Media vita in morte sumus . . . " Notker meninggal dunia pada tahun 912.




Liturgia Verbi, www.live.sandykusuma.info

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar