Liturgia Verbi 2015-04-04 Sabtu.




Perayaan Malam Paskah
04 April 2015



Bacaan Pertama
Kej 1:1-2:2

"Allah melihat segala yang dijadikan-Nya
sungguh amat baik."

Pembacaan dari Kitab Kejadian:

Pada awal mula Allah menciptakan langit dan bumi.
Bumi belum berbentuk dan kosong.
Gelap gulita meliputi samudera raya.
Dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
Allah berfirman, "Jadilah terang!"
Maka jadilah terang.
Allah melihat bahwa terang itu baik,
lalu dipisahkan-Nya terang itu dari gelap.
Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam.
Maka jadilah petang dan pagi: hari pertama.

Lalu Allah berfirman,
"Jadilah cakrawala di tengah segala air,
untuk memisahkan air dari air."
Maka Allah menjadikan cakrawala,
dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu
dari air yang ada di atasnya.
Dan jadilah demikian.
Allah menamai cakrawala itu langit.
Maka jadilah petang dan pagi: hari kedua.

Lalu Allah berfirman,
"Hendaklah segala air yang di bawah langit
berkumpul pada satu tempat,
sehingga kelihatan yang kering."
Dan jadilah demikian.
Allah menamai yang kering itu darat,
dan kumpulan air itu laut.
Allah melihat bahwa semua itu baik.

Lalu Allah berfirman,
"Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda,
tumbuh-tumbuhan yang berbiji,
segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah berbiji,
supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi."
Dan jadilah demikian.
Tanah menumbuhkan tunas-tunas muda,
segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji
dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah berbiji.
Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Maka jadilah petang dan pagi: hari ketiga.

Lalu Allah berfirman,
"Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala
untuk memisahkan siang dari malam.
Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda
yang menunjukkan masa-masa yang tetap,
menunjukkan hari dan tahun;
dan sebagai penerang pada cakrawala
biarlah benda-benda itu menerangi bumi."
Dan jadilah demikian.
Maka Allah menjadikan kedua benda penerangan yang besar,
yakni yang lebih besar untuk menguasai siang,
dan yang lebih kecil untuk menguasai malam,
dan menjadikan juga bintang-bintang.
Semuanya itu ditaruh Allah di cakrawala untuk menerangi bumi,
dan untuk menguasai siang serta malam,
dan untuk memisahkan terang dari gelap.
Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Maka jadilah petang dan pagi: hari keempat.

Lalu Allah berfirman,
"Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup,
dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi
melintasi cakrawala."
Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar
dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak,
yang berkeriapan dalam air,
dan segala jenis burung yang bersayap.
Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya,
"Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah
serta penuhilah laut,
dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak."
Maka jadilah petang dan pagi: hari kelima.

Lalu Allah berfirman,
"Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup,
ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar."
Dan jadilah demikian.
Allah menjadikan segala jenis binatang liar,
segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi.
Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Lalu Allah berfirman,
"Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,
supaya mereka berkuasa
atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara,
atas ternak dan atas seluruh bumi,
serta atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya;
menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia;
laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Allah memberkati mereka,
lalu Allah berfirman kepada mereka,
"Beranak-cucu dan bertambah banyaklah;
penuhilah bumi dan taklukkanlah,
berkuasalah atas ikan-ikan di laut,
burung-burung di udara,
dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Lalu Allah berfirman,
"Lihatlah Aku memberikan kepadamu
segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi
dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji.
Itulah akan menjadi makananmu.
Tetapi kepada segala binatang di bumi dan kepada burung di udara
dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa,
Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya."
Dan jadilah demikian.
Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu,
sungguh amat baik.
Maka jadilah petang dan pagi: itulah hari keenam.

Demikianlah diselesaikan langit dan bumi
dan segala isinya.
Pada hari ketujuh
Allah telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu.
Maka berhentilah Ia pada hari ketujuh
dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.

Demikianlah sabda Tuhan.



Mazmur Tanggapan
Mzm 104:1-2a.5-6.10.12.13-14.24.35c,R:30

Refren: Utuslah Roh-Mu, dan jadi baru seluruh muka bumi.

*Pujilah Tuhan, hai jiwaku!
Tuhan, Allahku, Engkau sangat besar!
Engkau berpakaian keagungan dan semarak,
berselimutkan terang ibarat mantol.

*Engkau telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya,
sehingga takkan goyang untuk selama-lamanya.
Dengan samudera raya bumi itu Kauselubungi;
air telah naik melampaui gunung-gunung.

*Di lembah-lembah Engkau membualkan mata air
yang mengalir di antara gunung-gunung;
burung-burung di udara bersarang di dekatnya,
bersiul dari antara daun-daunan.

*Dari bangsal-Mu Engkau menyirami gunung-gunung,
bumi penuh dengan segala yang Kauturunkan dari langit.
Engkau menumbuhkan rumput bagi hewan
dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia;
Engkau mengeluarkan makanan dari dalam tanah.

*Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan,
semuanya Kaubuat dengan kebijaksanaan,
bumi penuh dengan ciptaan-Mu.
Pujilah Tuhan, hai jiwaku!



Bacaan Kedua
Kej 22:1-18

"Kurban Abraham leluhur kita."

Pembacaan dari Kitab Kejadian:

Setelah Abraham mendapat anak, Ishak,
maka Allah mencobai Abraham.
Ia berfirman kepadanya, "Abraham,"
Abraham menyahut, "Ya, Tuhan."
Firman Tuhan,
"Ambillah anak tunggal kesayanganmu, yakni Ishak,
pergilah ke tanah Moria,
dan persembahkanlah dia di sana sebagai kurban bakaran
pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Keesokan harinya, pagi-pagi benar, bangunlah Abraham.
Ia memasang pelana keledainya
dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya.
ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu.
Lalu berangkatlah ia,
dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.
Pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya,
dan melihat tempat itu dari jauh.
Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu,
"Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini.
Aku beserta anakku akan pergi ke sana.
Kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."

Lalu Abraham mengambil kayu untuk kurban bakaran itu
dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya,
sedangkan ia sendiri membawa api dan pisau di tangannya.
Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya, "Bapa!"
Sahut Abraham, "Ya, anakku."
Bertanyalah Ishak, "Di sini sudah ada api dan kayu,
tetapi di manakah anak domba untuk kurban bakaran itu?"
Sahut Abraham, "Allah yang akan menyediakan anak domba
untuk kurban bakaran bagi-Nya, anakku."

Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama,
dan sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepada Abraham.
Abraham lalu mendirikan mezbah di situ dan menyusun kayu.
Kemudian Ishak, anaknya itu, diikat,
dan diletakkannya di mezbah, di atas kayu api itu.
Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya,
mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

Tetapi berserulah Malaikat Tuhan dari langit,
"Abraham, Abraham!"
Sahut Abraham,  "Ya, Tuhan."
Lalu Tuhan berfirman, "Jangan kaubunuh anak itu,
dan jangan kauapa-apakan dia,
sebab kini Aku tahu bahwa engkau takut akan Allah,
dan engkau tidak segan-segan
menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."

Abraham lalu menoleh
dan melihat seekor domba jantan di belakangnya,
yang tanduknya tersangkut pada belukar.
Diambilnya domba itu,
lalu dipersembahkannya
sebagai kurban pengganti anaknya.
Dan Abraham menamai tempat itu "Tuhan menyediakan".
Sebab itu sampai sekarang dikatakan orang,
"Di atas gunung Tuhan menyediakan."

Untuk kedua kalinya
berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, katanya,
"Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri
-- demikianlah firman Tuhan --
Karena engkau telah berbuat demikian,
dan engkau tidak segan-segan
menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
maka Aku memberkati engkau berlimpah-limpah
dan membuat keturunanmu sangat banyak,
seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut.
Dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
Melalui keturunanmulah
segala bangsa di bumi akan mendapat berkat,
karena engkau mentaati firman-Ku."

Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan
Mzm 16:5.8.9-10.11, R:1

Refren: Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.

*Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku,
Engkau sendirilah
yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.
Aku senantiasa memandang kepada Tuhan;
karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

*Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai,
dan tubuhku akan diam dengan tenteram;
sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati,
dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

*Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan;
di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah,
di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.


BACAAN KETIGA
Kel 14:15-15:1

"Orang-orang Israel berjalan di tengah laut yang kering."

Pembacaan dari Kitab Keluaran:

Dalam perjalanan keluar dari tanah Mesir,
ketika hampir tersusul oleh pasukan Firaun,
ketakutanlah orang-orang Israel dan berseru-seru kepada Tuhan.
Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa,
"Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku?
Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.
Dan engkau, angkatlah tongkatmu,
dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya,
sehingga orang Israel dapat masuk ke tengah-tengah laut
dan berjalan di tanah yang kering.
Dan sementara itu Aku akan menegarkan hati orang-orang Mesir,
sehingga mereka menyusul orang Israel.
Dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya,
keretanya dan orangnya yang berkuda,
Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.
Maka orang Mesir akan insaf bahwa Aku ini Tuhan,
apabila Aku menampakkan kemuliaan-Ku
terhadap Firaun, keretanya dan orang-orangnya yang berkuda."

Kemudian bergeraklah Malaikat Allah,
yang tadinya berjalan di depan tentara Israel,
lalu berpindah, berjalan di belakang mereka;
dan tiang awan yang tadinya bergerak dari depan mereka,
beranjak dan berdiri di belakang mereka.
Demikianlah
tiang awan itu berdiri di antara tentara Mesir dan orang Israel.
Awan itu menimbulkan kegelapan,
sehingga malam itu berlalu tanpa kesempatan bagi orang Mesir
untuk mendekati orang-orang Israel.

Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut,
dan semalam-malaman Tuhan menguakkan air laut
dengan perantaraan angin timur yang keras,
serta mengeringkan laut itu.
Maka terbelahlah air laut itu,
Dan orang Israel masuk dan berjalan
di tengah-tengah laut yang kering;
sedang di kiri dan di kanan mereka
air itu sebagai tembok bagi mereka.
Orang Mesir pun mengejar dan menyusul mereka.
Semua kuda Firaun, kereta dan pasukan berkudanya
mengikuti orang Israel masuk ke tengah-tengah laut itu.

Pada waktu jaga pagi,
Tuhan memandang tentara Mesir dari dalam tiang api dan awan,
lalu mengacau-balaukan tentara Mesir.
Tuhan membuat roda kereta mereka berjalan miring
dan maju dengan berat,
sehingga orang Mesir berkata,
"Marilah kita lari meninggalkan orang Israel,
sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir!"
Berfirmanlah Tuhan kepada Musa,
"Ulurkanlah tanganmu ke atas laut,
supaya air berbalik meliputi orang Mesir,
kereta mereka, dan pasukan berkuda mereka."
Musa mengulurkan tangannya ke atas laut;
maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya semula,
sedangkan orang Mesir lari menuju air itu.
Demikianlah Tuhan mencampakkan orang Mesir
ke tengah-tengah laut.
Jadi berbaliklah segala air itu,
lalu menimbun kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun,
yang telah menyusul orang Israel itu ke laut.
Tiada seorang pun di antara mereka yang selamat.
Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut,
sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

Demikianlah pada hari itu
Tuhan menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir.
Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terkapar di pantai laut.
Ketika orang Israel melihat
betapa dasyat perbuatan Tuhan terhadap orang Mesir,
maka seluruh bangsa itu merasa takut akan Tuhan;
mereka percaya kepada Tuhan dan kepada Musa, hamba-Nya.

Pada waktu itulah
Musa bersama-sama dengan orang Israel
menyanyikan madah ini bagi Tuhan:

(Bacaan ini tidak ditutup dengan "Demikianlah sabda Tuhan, tetapi langsung disambung dengan kidung berikut:)

Kel 15:1-2.3-4.5-6.17-18,R:1

Refren: Baiklah kita menyanyi bagi Tuhan,
               sebab Ia tinggi luhur.

Kidung:
*Baiklah akku menyanyi bagi Tuhan, sebab Ia tinggi luhur.
Kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.
Tuhan itu kekuatan dan mazmurku.
Ia telah menjadi keselamatanku.
Dia Allahku, kupuji Dia; Dialah Bapaku, kuluhurkan Dia.

*Tuhan itu pahlawan perang,
Tuhan, itulah nama-Nya!
Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut;
para perwira pilihannya dibenamkan ke dalam Laut Teberau.

*Samudera raya menutupi mereka;
ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu.
Tangan kanan-Mu, ya Tuhan, mulia karena kekuasaan-Mu,
tangan kanan-Mu, ya Tuhan, menghancurkan musuh.

*Engkau membawa umat-Mu dan mencangkokkan mereka
di atas gunung milik-Mu sendiri,
di tempat yang telah Kaujadikan kediaman-Mu,
di tempat kudus yang didirikan tangan kanan-Mu, ya Tuhan.
Tuhan memerintah selama-lamanya.

*Catatan:
Bacaan ke-Empat sampai ke-Tujuh tidak disertakan di sini.



Bait Pengantar Injil





Bacaan Injil
Mat 28:1-10

"Ia telah bangkit, dan mendahului kamu ke Galilea."

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Setelah hari Sabat lewat,
menjelang menyingsingnya fajar hari pertama minggu itu,
pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain,
menengok kubur Yesus.
Maka terjadilah gempa bumi yang hebat,
sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit
dan datang ke kubur Yesus
dan menggulingkan batu penutup kubur itu,
lalu duduk di atasnya.
Wajahnya bagaikan kilat,
dan pakaiannya putih bagaikan salju.
Para penjaga kubur itu gemetar ketakutan,
dan menjadi seperti orang-orang mati.
Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu,
"Janganlah kamu takut!
Aku tahu bahwa kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
Ia tidak ada di sini,
sebab Ia telah bangkit seperti yang telah dikatakan-Nya.
Mari, lihatlah tempat Ia dibaringkan.
Maka pergilah segera dan katakanlah kepada murid-murid-Nya,
bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati.
Ia kini mendahului kamu ke Galilea;
di sana kamu akan melihat Dia.
Sesungguhnya, akulah yang telah mengatakannya kepadamu."
Maka mereka segera pergi dari kubur itu,
diliputi rasa takut dan sukacita yang besar.
Mereka berlari cepat-cepat
untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata,
"Salam bagimu!"
Mereka mendekati-Nya, memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
Maka kata Yesus kepada mereka, "Jangan takut!
Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku,
supaya mereka pergi ke Galilea,
dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Demikianlah sabda Tuhan.



Renungan Injil
Seringkali menjadi pertanyaan, dimanakah Yesus berada setelah wafat-Nya pada hari Jumat dan sebelum kebangkitan-Nya pada hari Minggu pagi?
Dari Credo kita mengetahui bahwa Yesus turun ke tempat penantian, "Aku percaya… Yang turun ke tempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati.."
Yesus sendiri telah pula mengatakan kemana Ia akan pergi setelah kematian-Nya, "Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam." [Mat 12:40]

Mengapa Yesus datang ke tempat penantian itu?
Dari sejak Adam dan Hawa, tidak ada seorang pun yang telah naik ke Surga.
Mereka semua, yang benar dan yang berdosa, "ditampung" di suatu tempat yang disebut tempat penantian.
Mereka menantikan kedatangan Yesus Kristus, membukakan pintu surga bagi orang-orang benar.
"Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia." [Yoh 3:13]

Yesus adalah jalan menuju surga.
Bagi kita yang percaya kepada-Nya, tentu juga percaya akan apa yang dikatakan Yesus pada Yoh 14:1-14 tentang rumah Bapa-Nya itu, "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada." [Yoh 14:2-3].

Setelah penebusan Kristus, tempat penantian itu nampaknya sudah tidak lagi digunakan karena Yesus telah menyediakan "jalan tol" menuju Surga, tidak perlu lagi mampir di tempat penantian itu.
Tetapi jalan tol itu hanya dapat dilewati oleh jiwa-jiwa yang benar-benar bersih, tanpa noda dosa.
Bagi jiwa-jiwa yang belum bersih, maka perlu dibersihkan atau disucikan melalui api penyucian.

Pada hari Sabtu, menjelang perayaan Malam Paskah yang tenang dan damai ini, marilah kita juga "turun ke tempat penantian yang baru" di mana jiwa-jiwa sedang disucikan di sana.
Marilah kita berdoa bagi mereka, agar Yesus Kristus segera menjemput mereka dan membawa mereka ke rumah Bapa-Nya.



Peringatan Orang Kudus
Santo Isidorus dari Sevilla, Uskup dan Pujangga Gereja
Isidorus lahir di Cartagena, Spanyol pada tahun 560. la dikenal sebagai seorang uskup yang tergolong dalam bilangan Pujangga Gereja karena perjuangannya demi kemajuan Gereja, kebudayaan dan pendidikan di Spanyol. Ia dididik di Sevilla oleh Leander, kakaknya sendiri, yang pada waktu itu menjabat sebagai Uskup Sevilla.
Selagi duduk di bangku sekolah, ia tidak mencapai kemajuan berarti dalam berbagai ilmu yang diperolehnya. Walaupun ia belajar dengan penuh semangat, namun hasil yang diperolehnya tidaklah memuaskan. Hal ini menimbulkan kekecewaan besar; ia pun menyerah, putus asa dan tidak mau lagi berjuang. Lalu ia memutuskan untuk pulang saja ke kampung halamannya.
Dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya, ia mendapat suatu pengalaman menarik di sebuah sumber air.  Di sumber air itu, ia melihat sebuah batu besar yang berlubang oleh karena titik-titik air yang menimpanya. "Mengapa batu yang demikian keras dapat ditembusi oleh titik-titik air yang lemah dan tak berdaya itu?" tanyanya dalam hati. Pengalaman ini menumbuhkan suatu kesadaran baru dalam dirinya. "Aku pun harus begitu: bertekun dan berkanjang", katanya dalam hati. Lalu ia memutuskan kembali kepada kakaknya Leander untuk melanjutkan studinya.
Isidorus mendapat pendidikan yang keras di bawah bimbingan kakaknya Leander. Pengalaman di sumber air itu memberinya semangat baru untuk terus tekun belajar dan pantang mundur.  Akhirnya ia memetik hasil yang gemilang. la menjadi seorang yang pintar dan bijaksana.  Sepeninggal kakaknya Leander, ia ditahbiskan menggantikan Leander pada tanggal 13 Maret 619.  Pekerjaan dan rencana-rencana kakaknya untuk memajukan keuskupan Sevilla, terutama mempertobatkan suku Goth Barat yang sesat, diteruskan dan diselesaikan. la pun tegas terhadap semua ajaran sesat yang berkembang di dalam keuskupannya dengan membuat peraturan-peraturan baru.
Selama masa kepemimpinannya sebagai Uskup Sevilla, Isidorus memimpin Konsili Sevilla kedua pada tahun 916 dan Konsili Toledo keempat pada tahun 633.  Pada konsili-konsili ini ia memperjuangkan agar di setiap keuskupan di Spanyol didirikan sebuah Seminari atau Sekolah Katedral.  Selain itu ia berjuang meningkatkan studi kedokteran, hukum, seni, bahasa Yunani dan Hibrani.
Selama 36 tahun ia berkarya mengabdikan dirinya demi kemajuan keuskupan Sevilla. la membangun gereja-gereja, biara-biara, terutama menulis buku-buku ilmiah: ensiklopedi yang diberi judul "Etymologiae" atau "Origins", buku-buku biografi, sejarah dunia mulai dari penciptaan, karya-karya teologi, aturan-aturan biara dan sejarah suku Vandal, Goth dan Suevi.  Selain itu, ia menyelesaikan sebuah karya tulis dari Leander kakaknya, yakni Misale Mozarabik yang ditujukan untuk mempertobatkan suku bangsa Goth.  Buku-buku yang ditulisnya dipakai di seluruh Eropa selama berabad-abad.
Meskipun dia sibuk dengan berbagai tugas, ia selalu menyempatkan diri untuk berdoa, berpuasa dan merenungkan Kitab Suci. Semuanya ini menjadikan dia seorang uskup yang saleh, bijaksana dan rendah hati. Seluruh umat sangat senang dengan dia karena kasih sayangnya kepada mereka. la meninggal pada tahun 636. Kemudian pada tahun 1598 digelari 'kudus' dan tahun 1722 digelari sebagai Pujangga Gereja.

Santo Benediktus Moor, Biarawan
Benediktus Moor lahir di sebuah desa kecil dekat Messina, Sisilia, pada tahun 1526. la adalah orang Negro pertama yang digelari 'kudus' oleh Gereja. la disebut juga Benediktus Hitam, karena warna kulitnya yang hitam pekat. Orangtuanya adalah budak belian asal Etiopia yang bekerja pada seorang orang kaya di Sisilia. Karena kesalehan hidup mereka, sang majikan memberikan status merdeka pada Benediktus.
Oleh orangtuanya yang saleh itu, Benediktus mendapat pendidikan yang baik terutama dalam hal-hal menyangkut penghayatan iman Kristen. la berkembang menjadi orang Kristen yang saleh. Seorang imam Fransiskan yang menyaksikan cara hidup Benediktus segera mengajaknya untuk masuk Ordo Fransiskan. Benediktus menyambut baik ajakan ini. la menjadi seorang bruder dan bekerja sebagai juru masak di biara Santa Maria di Palermo. Kesalehan hidupnya membawanya ke jenjang pimpinm biara, kendatipun ia tidak tahu menulis dan membaca. Dalam kepemimpinannya, ia berhasil menciptakan suatu suasana yang baru dalam biaranya.
Banyak orang datang meminta nasehat dan bimbingan rohani padanya  Ia dianugerahi kemampuan untuk menerangkan masalah-masalah doktrinal dan rohani. la meninggal pada tahun 1589.

Santo Platon, Pengaku Iman
Platon lahir pada tahun 735. Ia menjadi Abbas di sebuah biara di gunung Olympos, Yunani dan berhasil memperbaharui semangat hidup rohani dalam biara itu. Pada usia senjanya, ia meletakkan jabatannya dan  menjadi seorang pertapa dengan cara hidup yang sangat keras. Ia diasingkan karena melancarkan perlawanan terhadap kaisar yang terus ­menerus melakukan kawin cerai.




Liturgia Verbi, www.live.sandykusuma.info

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar